banner 728x250

Social Care In New Normal Life, Oleh : M. Shodiq Asli Umar

  • Bagikan
Kepedulian tidak hanya bertumpu pada pemerintah tapi juga dapat dilibatkan pihak swasta, ormas, dan lain-lain.

SUARALIDIK.COM – Meskipun Ramadhan sudah berlalu namun nilai nilai Ramadhan itu sendiri dapat dilanjutkan di luar dari bulan Ramadhan. Solidaritas selalu ingin berbagi harus tetap digalakkan karna merupakan sarana untuk berbuat baik agar menjadi bekal di hari pengadilan nanti.

Tanpa tersa sudah hampir 3 bulan kondisi perekonomian masyarakat belum stabil. Meskipun demikian, tapi itu bukan jadi penghalang untuk menumbuhkan rasa kepedulian kita terhadap sesama. Keprihatinan yang dirasakan, memacu semangat untuk tetap berbagi agar masyarakat yang kurang mampu tidak terlalu merasakan dampak dari covid 19 ini.

banner 728x250

Kepedulian sosial ( social care ) akhir-akhir ini masih lihat dari para dermawan, baik bersifat organisasi, kelompok, maupun pribadi. Hal ini dapat dijumpai dimana ada masyarakat yang secara suka rela berkeliling kota dengan kendaraan pribadi, memberikan nasi kotak atau sembako bahkan ada berupa uang cash ( cash money ).

Pemerintah sekarang ini melakukan sosialisasi ” New Normal Life” atau kehidupan normal baru di tengah pandemi Corona. Ini bertujuan agar, ketika program ini diterapkan ditengah masyarakat, maka masyarakat tidak terlalu kaget lagi seperti, terbukanya rumah ibadah, kantor, mall, pertokoan, warung makan, warkop, tranportasi darat, laut, dan udara serta tempat-tempat keramaian lainnya tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Kita masih bersyukur melihat saudara dan teman kita yang masih memiliki kepedulian di tengah mengganasnya Corona. Pemerintah tidak mungkin membiarkan kondisi masyarakat tanpa melakukan aktivitas karna hal tersebut dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. New Normal Life mengajak masyarakat hidup berdamai dengan corona tanpa menghalangi mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan bahwa cepat atau tidaknya new normal diberlakukan tergantung pada evaluasi.

“Kita belum evaluasi (kasus Covid-19 akhir-akhir ini). Jadi, kita tidak bisa berkata ini terlalu cepat atau tidak,” kata Pandu

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH. Menurutnya, keputusan membuka ruang publik untuk masuk dalam kondisi new normal harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan memperhatikan resiko penularan Covid-19.

Pada akhirnya kesuksesan New Normal tidak lepas dari kesadaran masyarakat mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pihak pemerintah.

Dan yang patut jempol yaitu dengan ada beberapa televisi swasta nasional telah membuka donasi untuk membantu masyarakat khususnya kaum dhuafa. Kepedulian tidak hanya bertumpu pada pemerintah tapi juga dapat dilibatkan pihak swasta, ormas, dan lain-lain. Hal seperti ini harus ditumbuhkan di tengah-tengah masyarakat sense of social responsibility ( rasa tanggung jawab sosial). Berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Parepare, 9 Juni 2020

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *