Sosialisasi Bahaya Laten Komunis Kodim 1414 Tana Toraja di Ikuti Ribuan Peserta

oleh
Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal diadakan di aula Pongtiku, Markas Kodim 1414 Tana Toraja, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Jumat (30/9/2016) - SUARALIDIK.com.

SUARALIDIK.com,TORAJA UTARA – Seribuan peserta dari berbagai elemen anak bangsa di Tana Toraja mengikuti seminar dan sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal yang di adakan oleh Kodim 1414 Tana Toraja ,Jum’at (30/9) bertempat di ruang aula Pongtiku Markas kodim 1414 Tana Toraja.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengenang Pengkhianatan G 30 S/PKI dan Hari Kesaktian Pancasila didalam wilayah Kodim 1414 Tana toraja.

Seribu peserta yang terdiri dari berbagai komponen bangsa yang terdiri dari lapisan komponen masyarakat yakni Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,Ormas yakni anggota KPPI PC 1924 Toraja Utara dan siswa SMA sederajat.

Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal diadakan di aula Pongtiku, Markas Kodim 1414 Tana Toraja, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Jumat (30/9/2016) - SUARALIDIK.com.
Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal diadakan di aula Pongtiku, Markas Kodim 1414 Tana Toraja, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Jumat (30/9/2016) – SUARALIDIK.com.

Dandim 1414 Tana Toraja,Letkol cpn Jimmy sirait dalam sambutannya membuka sosialisasi menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi di laksanakan dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi diantara komponen bangsa sekaligus mempererat kerjasama dan kebersamaan guna menyatukan pandangan didalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Jimmy, dalam arahannya di hadapan 1000 orang komponen bangsa tersebut mengatakan sosialisasi ini sebagai bentuk penyegaran dan menguatkan pemahaman tentang Pancasila dalam menangkal Bahaya Laten Komunis serta Paham Radikal dan ajaran menyimpang lainnya.

Di era modern sekarang generasi muda rentang dengan pengaruh Laten Komunis dan Penyalahgunaan narkotika akibat perkembangan tekhnologi yang semakin canggih dengan adanya budaya-budaya luar yang lalu diadopsi sehingga mengaburkan budaya bangsa kita yang santun,ramah ,gotong royong,,sederhana,saling menghormati,toleransi dan menjaga persatuan dan kesatuan elemen bangsa ” kutip Jimmy.

Masuknya Paham-paham radikal yang mengatasnamakan agama tertentu dan telah mengaburkan pandangan terhadap Nasionalisme dengan melakukan kegiatan-kegiatan teror seperti bom bunuh diri,pemboman tempat-tempat umum dan tempat-tempat ibadah yang meresahkan masyarakat.

Kita boleh ikuti perkembangan teknologi yang modern,tapi jangan terpengaruh akan budaya luar” harap Jimmy.

REPORTER ; lisna

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com