Sosialisasi Pencegahan TKI Non Prosedural Di Desa Bonto Bulaeng Bulukumba

oleh
ILUSTRASI TKI

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA – DPC Apdesi Kabupaten Bulukumba menggandeng Yayasan Peduli Insani Nusantara melaksanakan sosialisasi pencegahan TKI Non Prosedural yang akan berangkat ke Luar Negeri di kantor desa Bonto Bulaeng Kecamatan Bulukumpa, Selasa (27/9) siang.

Menurut Ketua DPC Apdesi Bulukumba, Muh.Darwis, Desa Bonto Bulaeng di pilih sebagai tempat pertama di laksanakannya sosialisasi tersebut atas permintaan dari Kepala desa, Rais ‘Aplus” Haji Abdul Salam, karena tinggnya animo warga Bonto Bulaeng yang akan berangkat mengadu nasib di Negeri Jiran Malaysia.

Sosialisasi dilaksanakan di Desa Bonto Bulaeng untuk menekan angka TKI yang berangkat secara non prosedural dan juga agar warga dapat di data oleh Pemerintah Desa setempat sebelum berangkat untuk mengantisipasi jika kedepannya terjadi sesuatu hal yang menimpa TKI tersebut ” ujar Darwis kepada Redaksi SuaraLidik.com.

Sosialisasi Pencegahan TKI Non Prosedural di kantor Desa Bonto Bulaeng, Selasa (27/9)- SUARALIDIK.com
Sosialisasi Pencegahan TKI Non Prosedural di kantor Desa Bonto Bulaeng, Selasa (27/9)- SUARALIDIK.com

Hadir sebagai pemateri dalam sosialisasi, Ketua Yayasan Peduli Insani Nusantara, Al Firdaus yang telah lama malang melintang bergerak dalam pemberdayaan TKI di seluruh wilayah Nusantara.

Sosialisasi ini dilakukan mengingat tingginya angka perdagangan orang dan TKI yang berangkat secara non prosedural dan menjelaskan tentang prosedur penempatan TKI yang benar berdasarkan Undang-Undang No. 39 tahun 20014 tentang penempatan dan perlindungan TKI ” ujar Al Firdaus.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk menekan angka pemberangkatan TKI non prosedural dan menghindari pemalsuan dokumen kependudukan, serta meningkatkan fungsi kewaspadaan jajaran pemerintah dan komponen perangkat keamanan desa.

Al Firdaus mengatakan bahwa jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat dan jajaran pemerintah desa beserta aparat keamanan mengenai mekanisme penempatan TKI yang benar, dikhawatirkan praktik pemberangkatan TKI non prosedural akan marak dilakukan.

Kepala Desa Bonto Bulaeng, Rais H.Abdul Salam yang akrab disapa ” Aplus ” memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Yayasan Peduli Insani Nusantara bekerjasama dengan DPC Apdesi Bulukumba . Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan komitmen aparat pemerintah dan masyarakat desa Berakit dalam pencegahan penempatan TKI Non prosedural.

Kami sangat membutuhkan sosialisasi semacam ini agar warga desa Bonto Bulaeng khususnya dan desa-desa sekitar pada umumnya bisa mendapatkan pengetahuan yang akurat terkait prosedur TKI bekerja diluar negeri,” kata Aplus kepada Redaksi SuaraLidik.com.

Aplus menandaskan bahwa pemerintah desa Bonto Bulaeng juga terus berupaya untuk mencegah CTKI (Calon Tenaga Kerja Indonesia ) asal daerahnya yang berangkat secara nonprosedural. Namun, menurutnya kebanyakan dari mereka yang berangkat secara non prosedural umumnya orang-orang diluar penduduk asli.

Dalam kesempatan tersebut, Rais “Aplus” juga di daulat sebagai Koordinator kabupaten Bulukumba terkait CTKI yang akan berangkat ke Luar Negeri secara resmi dan tidak di bebankan biaya sepeser pun.

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com