SPAK Gorontalo Tuding Pernyataan Hamzah Sidik Terkait TKA Ilegal Mengada-Ngada

oleh -

Ahmad Fajrin Sekretaris LSM SPAK provinsi Gorontalo,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Tudingan anggota DPRD provinsi Gorontalo Hamzah Sidik Djibran kepada PT SEVC (Sanghai Electric Power Kantraksi) yang mempekerjakan TKA sebagai buruh kasar pada PTLU Tomilito Gorontalo Utara (Gorut), menurut LSM Serikat Pemuda Anti Korupsi (SPAK) Gorontalo merupakan tudingan yang mengada-ngada.

“Itu tidak benar dan tidak ada, walaupun ada maka kami sudah ributkan dari kemarin,”tegas Sekjen SPAK Ahmad Fajrin saat mendampingi konferensi pers oleh jajaran perusahaan PLTU Tomilito Gorut, di Omart Limboto Kabupaten Gorontalo, Sabtu 13/04/2019.

Fajrin mengaku, Meski LSM yang dinaunginnya sebagai pendamping PT SEVC Gorontalo Utara, dia bersama rekan-rekannya selalu mengingatkan pihak perusahan untuk tak memasukan TKA tampa dokemen dan menjadikan mereka sebagai buruh kasar.

“Jika itu terjadi maka akan kami lawan dengan berbagai cara,”jelas Fajrin.

Berulang kali, lanjut Fajrin, pihaknya telah mengingatkan owner perusahaan induk PT GLP (Gorontalo Listrik Perdana), penggunaan TKA harus betul-betul diawasi.

Bahkan menurut Fajrin, dua hari sebelum kejadian, ia menghubungi kepala bagian kehumasan, untuk mengingatkan kembali jangan sampai ada TKA yang tidak memiliki visa kerja.

“Setelah kejadian itu saya kembali menghubungi kepala bagian humas, menurut pengakuan mereka memang ada sedikit kesalahan prosedur namun itu bukan kesalahan pekerja tapi ada proses yang agak panjang dari pihak imigrasi Gorontalo,”terang Fajrin.

“Yang terkena sidak oleh Aleg Deprov, mereka belum bekerja namun hanya melakukan pemantauan titik lokasi yang akan dikerjakan.l,”sambung Fajrin.

Fanjrin menambahkan, perlu diketahui bahwa owner perusahan induk pemenang tander adalah PT GLP, sementara PT SEVC ditunjuk PT GLP sebagai pelaksana, dan SEVC sendiri menunjuk supkon yang mendatangkan TKA sebagai tenaga ahli.

“Sekali lagi, TKA yang dipekerjakan di PLTU tersebut tidak ada yang dipekerjakan sebagai buruh kasar namun sebagai tenaga ahli,”kata Fajrin.

“Kami melihat PLTU ini merupakan suatu potensi, selain sumber listrik juga bisa menyerap tenaga kerja khususnya warga lokal Gorontalo Utara maupun Warga Gorut sendiri,”sambung Fajrin.(***Rollink).