banner 728x250

banner 728x250

Sudah Final, Pancasila Dalam Bingkai NKRI Melalui Diskusi Publik PPMI Sulsel

  • Bagikan

Suaralidik.com,_|| Gelaran Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh 4 elemen organisasi dan lembaga yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan itu, sukses digelar pada sore kemarin di warkop agang ngopi, Galesong Kabupaten Takalar.(26/7/2021)

Kegiatan ini yang dikemas santai tapi serius dalam membahas sesuai dengan tema yang diangkat pada kegiatan Diskusi Publik tersebut yaitu “Eksistensi Pancasila Sebagai Ideologi Berbangsa dan Bernegara Dalam Bingkai NKRI” dihadiri puluhan pemuda dan tokoh ormas Islam yang ada di Takalar.

banner 728x250

Mulai dari kalangan pemuda Muhammadiyah, pemuda Anshor, pemuda Karang Taruna kecamatan Galesong, hingga pengurus Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional Kabupaten Takalar yang juga sebagai pendukung suksesnya acara dalam diskusi publik tersebut.

Foto Deklarasi Bersama, usai Diskusi Publik digelar di Warkop Agang Ngopi, Galesong Kab. Takalar.(26/7/2021)

Hadir dalam diskusi publik ini, Ketua Karang Taruna Kecamatan Galesong, Rifai Jayandy, ketua Banser Kab. Takalar (Asrul Magau), Sekretaris PPMI DPD II Takalar (Ustad Syam,S.Pd), Ketua Dewan Pembina Karang Taruna Desa Pa’lalakkang (Muh. Tasyrik Dekal), Sekretaris FPG Pusat (Ustad Jamaluddin Ago,S.Ag), Ketua 1 PPMI DPD I Sulsel (Ustad Sirajuddin,S.Pdi), Bendahara Umum PPMI DPD I Sulsel (Ustad Jamaluddin Manda,SE), Plt. Ketua DPD LIDIK PRO Takalar (Anriadi,A.Md Kep), Ketua Partai Perindo Kabupaten Takalar (Kamba Siriwa), Wakil Ketua Jurnalis Online Indonesia Kab. Takalar (Makmur Dg. Pasang), Ketua JOIN Takalar (Aimal Situru), Ketua DPP LIDIK PRO Sulsel (Muh. Kemal,S.Pd.,M.Si) serta tokoh-tokoh ormas lainnya.

Narasumber dalam acara diskusi publik ini, Ustad Jamaluddin Ago,S.Ag dalam penyampaiannya saat membawakan materi diskusi publik tersebut, mengatakan bahwa pancasila sudah final dan tak bisa diubah lagi dan tugas serta pekerjaan rumah kita bersama adalah bagaimana menjaga nilai-nilai pancasila dalam berbangsa dan bernegara dengan ruang lingkup negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), terang Sekjen FPG tersebut.

Sementara Ustad Jamaluddin Manda, SE dalam diskusi publik menyampaikan bahwa  Kondisi bangsa Indonesia saat ini dapat identifikasi dengan melihat prilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia yang tercermin dari tingkah laku sehari-hari.Globalisasi tidak bisa dihindarkan. Globalisasi yang menjadikan semua Negara seakan tiada batas. Untuk itu perlunya Pancasila sebagai penyaring dari arus globalisasi. Perlunya pembudayaan nilai-nilai Pancasila tidak sekedar memahami saja, namun harus dihayati dan diwujudkan dalam pengalamannya oleh setiap diri pribadi dan seluruh masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran dan kebutuhan untuk melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila, terang Bendahara Umum PPMI DPD I Sulsel itu yang juga adalah alumni aksi 212 di Jakarta.

Ditempat yang sama, Asrul Magau mewakili Pemuda Banser NU mengungkapkan bahwa pancasila sebagai dasar negara kita sudah termaktud didalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan itu sudah final, maka dari itu keberadaan pancasila tak bisa ditawar-tawar lagi ataupun digantikan oleh ideologi lain, tegas Asrul.

Dari tokoh pemuda lainnya, Muh. Tasyrik menyampaikan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa  mempunyai arti bahwa Pancasila menjadi pedoman bagi setiap perilaku bangsa Indonesia. Perilaku setiap warga Negara harus dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, sehingga bangsa Indonesia mempunyai kepribadian dan jati diri sendiri yang membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Karakter bangsa Indonesia akan ditentukan oleh implementasi fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa, terangnya.

Dengan tetap menjaga dan mengekedepankan protokol kesehatan, kegiatan diskusi publik ini berlangsung dari sore hingga jelang magrib dan diakhiri dengan deklarasi bersama sebagai wujud dukungan bersama dalam menjaga eksistensi pancasila serta mendukung pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *