Sudarman : Saya Seorang TNI dan Tidak Bertindak Seperti Koboi

oleh
sudarman_TNI
Photo : Sudarman, Kesdam XIV/Hasanuddin Denkesyah 14.04.01 Bone

Bulukumba,suaralidik.com – Pemberitaan salah satu media yang menyebutkan salah satu oknum Anggota TNI Kodim 1411 Bulukumba yang kabarnya menodongkan senjata api ke kepala salah satu warga di Bulukumba ternyata tidaklah benar.

sudarman_TNI
Photo : Sudarman, Kesdam XIV/Hasanuddin Denkesyah 14.04.01 Bone

Hal ini diungkapkan secara jelas oleh Sudarman salah satu Anggota TNI Kesdam XIV/Hasanuddin Denkesyah 14.04.01 Bone yang bekerja di Klinik Kesehatan 14.10.07 Bulukumba PPK.1, Kamis (22/02/2017)

Sudarman yang ditemui langsung oleh suaralidik.com membantah jika dirinya menodongkan senjata api ke kepala Ibu Ramlah yang bermukim di jln Husni Tamrin kota Bulukumba.

Dijelaskannya kalau Sudarman datang ke rumah Ramlah untuk menemui Andi Romi ( Anak Ramlah) guna mempertanyakan surat pernyataan yang sudah dibuat sendiri dan ditanda tangani oleh Romi untuk membayar utangnya kepada Sudarman sebesar 30 juta rupiah.

Disebutkannya, kalau dalam perjanjian tersebut, Romi berjanji akan membayar utangnya kepada Sudarman secara bertahap mulai bulan Februari hingga maret 2018 dan akan dilunasi pada bulan April 2018 yang disaksikan kepala lingkungan setempat.

Romi yang selalu dihubungi melalui telpon selulernya oleh Sudarman tetapi tidak ada respon, Hari Senin (19/2/2018) sekitar pukul 11:00 WITA, Sudarman datang langsung ke rumah Romi tetapi yang bersangkutan sedang tidak ada dirumah dan hanya ditemui oleh Ramlah.

… Saya telpon ke Romi mau pertanyakan tentang pernyataannya itu, tetapi tidak pernah diangkat jadi saya langsung ke rumahnya,tetapi Romi tidak ada di rumah dan saya hanya ketemu Ibunya ( Red: Ramlah)…” Jelas Sudarman di kantornya.

Dalam pertemuan singkat itu Sudarman kemudian menyampaikan dan menjelaskan tentang surat pernyataan Romi untuk membayar utangnya, namun Ramlah membalas penjelasan Sudarman dengan kalimat yang dinilai tidak sopan.

… Saya jelaskan maksud dan tujuan saya ke Ibu Ramlah itu, tetapi malah direspon negatif dan melontarkan kalimat yang sangat tidak sopan ke Saya… Saya ini bukan rentenir dan semata-mata hanya ingin membantu dan meringankan beban saja…” Lanjut Sudarman.

Mendengar kalimat yang dinilai tidak sopan itu, Sudarman secara spontan berdiri dan tidak sengaja kaki bagian pahanya menyentuh meja tamu Ibu Ramlah hingga kaca meja tersebut pecah.

… Spontan Saya berdiri waktu Ibu Ramlah keluarkan kalimat yang tidak sopan itu, Tidak menghargai sama sekali Kostum dan niat baik saya kepada si Romi ini…” Kesalnya

Terkait dengan pemberitaan salah satu media yang menyebutkan dirinya sebagai Anggota Kodim 1411 Bulukumba dan menodongkan senjata kepada Ibu Ramlah dibantah langsung oleh Sudarman

… Saya ini benar Anggota TNI, tetapi bukan Anggota TNI Kodim 1411 Bulukumba melainkan diperbantukan sebagai tenaga Kesehatan di klinik Kesehatan 14.10.07 Bulukumba PPK.1 selain itu Kami sebagai tenaga kesehatan tentunya tidak dipersenjatai…” tutup Sudarman.

Penggunaan senjata api dalam jajaran TNI sangat jelas prosedurmya, diantaranya dilakukan Clearing Test untuk penelitian personil yang dilaksanan setiap 6 bulan, itupun kalau yang bersangkutan dinyatakan lulus serta harus ada izin yang berjenjang dari komandan satuan terkecil, selain itu harus ada rekomendasi untuk desposisi dari staff intel yang diteruskan ke Kasdim dan Dandim berdasarkan nilai pada saat latihan menembak. Selain itu Izin penggunaan senjata harus ditinjau dari tujuannya. Hal ini dijelaskan langsung oleh Pasi Intel Kodim 1411 Bulukumba Kapten Hasbulllah, Kamis (22/2)

Pasi Intel Kodim 1411 Bulukumba
Pasi Intel Kodim 1411 Bulukumba Kapten Hasbulllah

Ditempat yang berbeda, Dandim 1411 Bulukumba Sutikno S.Pd yang dikonfirmasi langsung dengan tegas membenarkan status keanggotaan Sudarman.

… Sudarman bukan Anggota TNI Kodim 1411 Bulukumba melainkan diperbantukan sebagai tenaga Kesehatan di klinik Kesehatan 14.10.07 Bulukumba PPK.1, Beliau dari salah satu Anggota TNI Kesdam XIV/Hasanuddin Denkesyah 14.04.01 Bone, jadi pemberitaan itu ,jelas-jelas sudah salah …” Tegasnya.***Anto/BCHT