banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Opini  

Suka Duka Metode Pembelajaran Via Daring Ditengah Pandemi Covid – 19

Misbawati - metode pembelajaran online
Misbawati

Bulukumba,Suaralidik.Com – Pandemi corona virus disease ( baca Covid – 19 ) telah merubah kebiasaan dari kehidupan normal,
salah satu perubahan yang sangat nampak di dunia pendidikan, sejak virus ini mewabah Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan mengubah strategi pembelajaran melaui daring (baca dalam jaringan ) metode pembelajaran ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan laju penularan virus dikalangan dunia pendidikan.

Misbawati, salah seorang mahasiswi semester 4 di Universitas Politeknik Negeri Ujung Pandang, saat ditemui dikediamannya di Lingkungan Sarajoko Kelurahan Ballasaraja Kecamatan Bulukumpa, Jum’at ( 24/07 ) mengungkapkan bahwa saat pandemi mereka diharuskan menjalani semester dengan metode daring.

Menyikapi kondisi ini, Misbawati merasakan banyaknya suka duka saat kuliah daring, sukanya karena bisa berkumpul dengan keluarga di kampung, tapi saat kuliah daring ini sebagian besar materi yang diberikan oleh dosen tidak tersampaikan dengan maksimal,begitupun tingkat penerimaan dan pemahaman kami kurang cermat, sangat berbeda apabila kita tatap muka secara langsung,

” Saya terkadang kurang memahami materi yang disampaikan, apalagi jurusan yang saya ambil itu Teknik Kimia yang banyak praktik agar benar-benar dipahami”, kata Misbawati.

Selain dari sisi pemahaman materi kendala lainnya yaitu ada pada jaringan. ” iya kadang juga jaringan kurang bagus sehingga pemberian materi dari dosen tidak maksimal, apalagi saya tinggal di kampung, jaringan kadang lalod ,belumpi lagi kalau telat absen dan terlambat pengumpulan tugas akan berpengaruh pada nilai saya. ” ungkapnya.

Harapan Misbawati agar Pemerintah lebih tegas lagi dalam menekan penyebaran Covid-19 , dan menghimbau masyarakat agar dalam melakukan aktivitas tetap menerapkan protap kesehatan. ” Semoga saja Pemerintah mempercepat uji spesimen sehingga bisa lebih cepat menemukan vaksin anti corona, sehingga kita semua bisa beraktivitas secara normal dan terbebas dari belenggu Covid – 19. ” tutup alumni SMA Negeri 2 Bulukumba. ( *gun )