Advertizing

banner 728x250

Suka Duka Perjuangan PERTINA Bantaeng Untuk Meraih Sebuah Prestasi

  • Bagikan
Petinju Bantaeng
Dok. Atlet Tinju Bantaeng saat bertanding di Kota Makassar

Suaralidik.com – Minimnya sarana dan prasarana tinju serta kurangnya perhatian dari pemerintah daerah ternyata tidak menyurutkan semangat Ketua PERTINA Bantaeng Rusdi,B.S.Pd bersama Hasbullah untuk terus berjuang mendidik atletnya dalam meraih prestasi.

Rusdi mengatakan sarana dan prasana untuk latihan tinju sangat minim. Bahkan dirinya melatih anak-anak asuhnya tersebut selama ini dipinggir jalan dan kemudian meminjam tempat di pekarangan kantor Kodim 1410 Bantaeng.

banner 728x250

“Minimnya sarana prasarana, banyak anak didik berlatih di pekarangan rumahnya sendiri dengan mempungsikan bahan lokal yang ada. Walaupun hujan dan panas, tetap semangat berlatih. Kami mau mengeluh ke siapa lagi,” kata Rusdi, Selasa (29/12).

Rusdi mengakui, kurangnya perhatian serius dari pemerintah daerah setempat sehingga agak susah menghasilkan petinju profesional. Dirinya terus memberikan motivasi dan dukungan kepada para petinju agar terus berlatih.

“Waktu itu saya berkunjung ke Jawa Barat dan beberapa kabupaten di sulawesi selatan untuk melihat sistem pembinaan olahraga tinju, sejumlah fasilitas sarana olahraga disediakan oleh pemerintah setempat. Bahkan rata rata atlet tinju di sana disediakan tempat tinggal di kasih gaji di berikan makanan dan minum. Saya masuk ke asrama fasilitas luar biasa. Kami di sini fasilitas latihan tidak ada,” katanya.


“Kalau bicara juara harus ditunjang dengan fasilitas memadai. Ini fasilitas minim bagaimana atlet mau mendapatkan juara,” ketusnya.

Selama ini melatih atlet-atlet ini tanpa ada bantuan pemerintah setempat. Bahkan uang pribadi habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan atlet berlatih. Padahal mengikuti kejuaraan tinju ini juga membawa nama baik daerah ini.

“Jujur saya sedih sekali. Cobaan begitu berat buat kami. Namun kami tetap bersabar dan percaya akan indah pada waktunya,” ujarnya.

Foto Ketua PERTINA Bantaeng bersama Ketua Koni terpilih saat selesai Musorkab

Hal yang paling menyakitkan adalah ketika mengingat perjuangan kami bersama teman teman menjelang Pilkada Bantaeng dan Pemilihan Ketua KONI Bantaeng yang baru ini, dalam pemilihan Bupati tahun 2018, kami salah satu Tim Pemenangan yang berjuang mati matian untuk bisa memenangkan bupati Bantaeng yang saat ini menjabat, kemudian pada pemilihan KONI baru baru ini, kami juga selaku ketua Tim Pemenangan bahkan beberapa Cabor yang kami bina sepakat untuk menyatukan suara untuk kemenangan Ketua KONI yang saat ini baru baru saja terpilih.

Lanjut disampaikan, perjuangan demi perjuangan kami lakukan, tapi balasan dari perjuangan ternyata menyakitkan, untuk pergi kejuaraan saja kita cuma mau dikasi anggaran sebesar 5 juta, sementara atlet keseluruhan yang kita bawa sebanyak 15 orang ditambah pelatih dan ofisial.

Foto Ketua PERTINA Bantaeng Rusdi,B.S.Pd

Selain itu, Janji atau komitmen untuk memasukkan pengurus 4 Cabor yang kami bina sebagai pengurus Inti KONI Bantaeng ternyata sekedar pengobat telinga saja, tanpa kami dihadirkan mereka menyusun kelengkapan pengurus KONI Bantaeng.

Tapi saya akan tetap bersabar dan biarlah masyarakat menilai, jabatan itu ada masanya dan suatu saat nanti akan menghilang. Cukup ini menjadi pelajaran berharga dan jadi catatan buat anak anakku dan cucuku kedepan bahwa hati hati dengan mulut yang terdengar baik, tutup Rusdi

Hal yang sama juga diungkapkan Pelatih Tinju Bantaeng yang juga selaku Sekretaris Pengkab PERTINA, M.Hasbullah menurutnya  untuk mencapai sebuah prestasi sangatlah sulit, apalagi kondisi yang kurang memungkinkan, berbagai kekurangan yang kami punya.

“Emang sulit untuk mencapai prestasi yang maksimal, karena terkendala oleh sarana dan prasarana dan bahkan untuk berangkat bertanding harus menanggung sendiri perongkosannya,”cetus Hasbullah

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *