Sungguh Sedih, Kisah Anak Yatim Terfitnah Hamil Di Bulukumba

oleh
Foto : Saat Korban LS (23) mengadukan kisahnya ke Kantor Redaksi Suaralidik.com di Bulukumba.

SUARALIDIK.COM, Bulukumba – Seorang Korban Pencemaran nama baik yang diungkapkan oleh Imam Dusun Barana di Desa Topanda, kepada tim Suaralidik.com di Bulukumba sungguh menyedihkan.

Foto : Saat Korban LS (23) mengadukan kisahnya ke Kantor Redaksi Suaralidik.com di Bulukumba.

Seperti yang diungkapkan Ibu Bintang (67) di kantor Suara Lidik Pusat, bahwa “Saya salah satu warga Desa Topanda Kecamatan Rilau Ale Dusun Barana, saya didatangi oleh Imam Dusun Nuddin (40) beserta RK Pardi Dg. Rola (50) bahwa tersebar isu anakku sedang hamil karena berita ini katanya sudah tersebar luas dikampung.

Mendengar kondisi issu yang sudah merebak ini, saya selaku ibu dari anak yang dicemarkan nama baik anak membantah akan tuduhan itu karena satu minggu yang lalu anak saya baru selesai haid namun RK Dusun bersitegas mengintrogasi anak saya agar mengakui kehamilannya agar bisa diuruskan kepada orang yang akan bertanggung jawab yang melakukan parsinahan kepada anak saya.

Ungkapan inisial LS (23) selaku korban fitnah sangat marah dan tak bisa terima akan tuduhan yang diperbincangkan oleh masyarakat penyampaian Imam Dusun itu. Bahkan untuk membuktikan tuduhan fitnah tersebut, akan mengambil tindakan pemeriksaan led/ laboratorium Puskesmas Bonto Bangun terkait tes pemeriksaan kehamilan dan hasilnya negatif itupun disusul oleh Imam Dusun beserta RK Dusun karena diperintahkan oleh ketua kecamatan Rilau Ale Lidik Pro Parawansyah Dg. Parebbah yang saya percaya selaku lembaga yang membantu saya memberikan petunjuk agar menyaksikan isu bohong yang beredar di masyarakat.

Sebelumnya saya pernah kerumah Kepala Desa untuk menyelesaikan pencemaran nama baik saya, namun Kepala Desa setempat mengarahkan saya ke Polsek untuk melaporkan pencemaran nama baik saya.

Sebab Kepala Desa tidak tahu dari awal permasalahan karena gosip/issu itu memang sudah lama tersebar, jadi saya mengambil keputusan untuk melapor di polsek Rilau Ale Jalan Pahlawan No. 1 kelurahan Palampang agar dapat memperoses dan mencari tahu siapa orang yang mencemarkan nama baik keluarga kami karena harga diri seorang “Bugis Siri” (malu).

Kemudian apa lagi Ibu Saya seorang janda yang mempunyai 7 anak sangat malu kepada masyarakat, saya menghadap di kantor “suaralidik” agar kiranya bisa mengangkat fakta tuduhan yang tidak benar karena ungkapan Imam Dusun sangat menghina kemiskinan saya.

Hal ini dilakukan cukup beralasan karena jika proses pelaporan dikepolisian sampai di pengadilan maka harus menyiapkan uang banyak, itupun ungkap Korban harus di hadapan orang banyak. Dan saya sudah percayakan kinerja kepolisian yang sudah saya laporkan di Polsek Rilau Ale dengan laporan polisi Pencemaran nama baik LP/15/I/2018. (Anto/Kemal red)