Surat Buatmu Andi Gilang

oleh -

Buatmu Andi Gilang,

Apa kabar Andi Gilang?

 

Masih di Qatarkah kau adinda?

Di manapun dirimu, itu sama saja, kau tetap di ingatan kami, dan hati kami, sebagai anak yang mengharumkan nama Negaranya, kampung Halamannya Butta Panrita Lopi, Kabupaten Bulukumba.

 

Kami menontonmu di tipi, diyoutube tentang dirimu, yang sukses meraih juara 1 di balapan sircuit Asia Talent Cup, yang tidak semua orang gampang dan mampu berada di sana.

 

Andi gilang, tahukah kau ndik, bahwa kau sudah terkenal di seluruh dunia, hingga pelosok desa-desa di negara kita. Aku juga mengenalmu hanya lewat prestasimu, yang audah sampai tampil tangkas di arena Balapan sentul di Qatar.

Andi Gilang, Janganlah ndik mudah terpedaya oleh eporia kemenangan. Dan walaupun media sangat kurang meresponmu, tak apalah, itu tak akan mengubah dirimu yang sudah membuktikan pada dunia akan kualitasmu di bandingkan pembalap lain di olah raga lainnya, yang di manjakan oleh pemerintah, yang tampil hanya sebagai objek pencitraan semata, namun gagal juga dalam berkonpetisi.

 

Mudah-mudahan kau sehat-sehat saja ya. Jangan kau begadang. Juga jangan kau tenggak anggur disana. Jangan kau tiru pembalap lain. Tiap hari teguk step atau kamput. Kayak spiritus rasanya.

Jangan mudah tergoda rayuan perempuan yang blom muhrinmu. Ingatlah orang tuamu selalu, keluargamu, sekampungmu, teman-temanmu, sahabat–sahabatmu di Bulukumba. Mereka semua bangga akan engkau.

 

Merinding saya lihat penampilanta ndik. Tuntas dan lincah sekali kau kulihat. Gagah dan tampan sekali Orang sekampung saya di podium itu. Aku berfikir, ada juga sekampung saya hebat bisa rasakan aspal sircuit balap Qatar di sana.

 

Andi Gilang, Kamu masih muda ndik, masa depanmu cerah, kamu adalah pilihan alam, yang diamanahkan untuk membawa nama baik Negerimu, kau akan tercatat dalam sejarah arena balab sentul dunia. baru kali ini Lagu Kebangsaan kita di sorakkan dan di nyayikan di saat engkau di pudium arena sircuit Sentul ndik.

 

Andi Gilang, tak sedikit yang memuja namamu, sembari meneteskan air mata karena terharu melihatmu tampil hebat di layar kaca, yang sementara berjuang membawa nama Indonesia di kancah internasional.

 

Andi gilang, harapan kami semua, engkau tak berhenti belajar, dan memperbanyak referensi akan balapapan yang menjadi bakatmu, anggaplah semua yang ada di hadapanmu adalah guru bagimu. Karena di sana akan kau temukan kesabaran. Pertahankan memtalmu ndik, jiwamu dan semangatmu, tataplah pada kesabaran dan keiklhasanmu.

 

Andi Gilang, prestasi yang kau temukan hari ini, jangan menganggap adalah puncak dari karirmu. Kau masih muda, masih banyak hal yang mesti kau gali, dan akan kau lalui dalam perjalananmu. yang jelas, kau telah tercatat dalam rekam jejak sejarah.

 

Jangan kau cepat berkecil hati, jika ada yang mencoba melecehkanmu, atau menghinamu. Tegarkan hatimu ndik. Karena semakin tinggi sebuah pohon, semakin tinggi pula potensi angginnya, semakin tinggi karir sesoorang, semakin tinggi pula tensi persaingan.

 

Harapan kami, semoga kelak ndik, engkau dapat menyamai pendahulumu, atau melebihinya, amin yaa Allah Saya kagum dengan Valentino Rossi, dan Marques. Mereka sangat hebat dalam arena balap. Tapi kekagumanku telah terbantah terhadap mereka dengan hadirnya dirimu yang juga tangkas, dan jeli.

 

Saat kau salib lawanmu di garis finis terakhir, saya tegang, bulu-bulu badanku merinding dan nafasku tertahan sejenak saat memasuki momen itu.

 

Saya harap, suatu saat saya dapat bertemu denganmu, dan memelukmu. Kau sudah kuanggap pahlawaku ndik. Kau sudah kuanggap adikku, yang setiap lantunan doaku, selalu terselip namamu, agar engkau tetap kuat tegar, dan selalu sukses dalam setiap cita-citamu.

 

Kami tak selalu menuntutmu untuk juara berapa dalam sircuit, yang kami takutkan jika semangatmu yang hilang dalam berkompetisi, namun pastinya adalah, kau sudah menjadi pahlawan bagi kami, karena kau telah berhasil mengibarkan bendera sangsaka merah putih di negeri timur tengah sana (Qatar).

 

Andi Gilang, Kami Mencintaimu.

Semangatki Ndik.

 

Dari kakak pengagummu.# Anto Dg Malaja’AndiGilang-6