banner 728x250

Syamsari Kitta Dinilai Cederai Demokrasi Di Takalar, Berhentikan Kades Yang Baru Dilantik

  • Bagikan

|| Peristiwa adu mulut, dan bersitegang, antara warga, dan pihak pemerintah terkait, dalam hal ini Kepala Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Bapak Yusuf Naba menerima ratusan warga yang aksi unjuk rasa, dilakukan oleh warga Desa Bontoloe.(Kamis,6/1/2022)Aksi unjuk rasa warga, yang menolak keras pemberhentian sementara kepada Kepala Desa Terpilih, yaitu Kades Bontoloe yang dikeluarkan oleh Bapak Bupati Takalar. Haji Syamsari Kitta.

Salah satu warga, saat dimintai keterangannya, Kadri Hasyim mengatakan, bahwa aksi ini adalah aksi spontanitas warga atas penolakan kebijakan Bupati Takalar terhadap Kades Terpilih, Haji Amir Guliling Daeng Tayang, SE MM. Yang memberhentikan sementara sedangkan baru seminggu sudah dilantik langsung diberhentikan, tegas Kadri.

banner 728x250

“Amanah masyarakat Bontoloe, belum dilaksanakannya eh, sudah diberhentikan. Ada apa dengan Bupati Takalar?, tutur Kadri.

Ditambahkan pula, bahwa apa yang dilakukan, Haji Amir Guliling Daeng Tayang tidaklah melanggar, karena usulan penggantian perangkat desa itu dilakukan, sebelum surat edaran Bupati Takalar dikeluarkan, terang Kadri lagi.

Anehnya lagi, surat edaran itu pun dikeluarkan, tidak dicantumkan hari dan tanggal diterbitkannya. Jelasnya lagi. “Kami menduga, sangat sarat dengan unsur pemetaan politik dalam kebijakan ini, namun Saya selaku warga masyarakat sangat tidak terima atas apa keputusan ataupu kebijakan yang diambil oleh Bupati Takalar, dimana kami baru memiliki euphoria atas kemenangan warga Desa Bontoloe dengan terpilihnya Kepala Desa kami yang baru, dan dilantik sepekan yang lalu, kenyataan kami tak bisa merasakan awal kepemimpinannya karena di berhentikan sementara, tegas Kadri.

Sungguh ironis dan aneh bin ajaib kebijakan Bupati Takalar ini, kami berharap mewakili warga Desa Bontoloe, dengan dasar pembinaan dan evaluasi, ini tidaklah berdasar. Bagaimana tidak kami baru mau bekerja untuk rakyat, sudah diberhentikan sementara, dan jangka waktu sementara ini juga tidak ada. Disisi lain, kami memilih Kades baru untuk perubahan Desa kami yang lebih baik, malah diperlakukan seperti ini. Kami berfikir, Bupati Takalar telah menciderai demokrasi di Kabupaten Takalar, ucap Kadri.

Ratusan warga itu pun, menegaskan aksi protes ini akan terus berlanjut, apabila tuntutan dan penolakan kami tidak ditindak lanjuti oleh Bupati Takalar, Haji Syamsari Kitta. “Kami akan terus melakukan penolakan dengan apa yang dilakukan terhadap Kepala Desa terpilih banggan kami”, tutup Kadri.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *