banner pemkot makassar 2024
iklan PDAM Pemkot Makassar

Tadampali To Supu : Pemimpin Sulsel, Bergurulah ke Negeri Matador

waktu baca 2 menit

Makassar, SuaraLidik.com – Negeri Matador Spanyol, begitu terkenal seantero dunia dengan keberanian para matadornya menyambung nyawa melawan banteng-banteng ganas tanpa rasa takut secuil pun.

Matador (pemimpin) begitu perkasa menaklukkan banteng liar tanpa rasa takut, mengeluh, pesimis apa lagi menyalahkan matador lainnya, yang kemudian hari melahirkan etos kerja di berbagai bidang, sepakbola kususnya salah satu liga terbaik di dunia.

Jazirah Selatan Sulawesi, yang dihuni oleh empat suku besar yakni Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja serta suku bangsa lainnya, dengan karakteristik manusianya yang berbeda-beda.

Problematika sosial dalam masyarakat sulsel begitu tinggi, gesekan sosial, ekonomi, budaya, pemerintahan, spritual dan lain-lain menjadi salah satu provinsi yang membutuhkan kualitas pemimpin kusus (bukan kaleng kaleng).

Sebab, di negeri para pemberani ini, prinsip manusianya masih kental dengan prinsip hidup “Siri Na Pacce”.

Pemimpin sulsel kini harusnya banyak belajar pada negeri leluhurnya Watampone, yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional.

Siri Emmi, Rionrong Rilino, Utettong Ri Ada’e, kira-kira terjemahannya kita bisa bertahan hidup karena mampu memelihara adat istiadat kita di negeri Sulsel ini.

Pemimpin Sulsel, harusnya memahami dan mampu mengkristalisasi sistim nilai kemasyarakatan ini. Tidak penting mengungkit dan mencari pembenaran diri, tidak banyak mengumbar bicara, namun menjalankan roda pemerintahan dengan bijak. Rebba Sipatokkong, Mali Siparappe, Maliu Sipakainge.

Prinsip-prinsip hidup Bugis Makassar ini, harusnya menjadi pegangan hidup oleh pemimpin Sulsel saat ini.

Jangan membuat peta konflik dalam masyarakat, sebab gelombang sosial akan menerpamu, jangan membuat polesy yang tidak mampu engkau jalankan sebab efek buruknya akan menggulung pemerintahannya.

Ammarenta Ri Erona Rakyaka, memimpinlah sesuai harapan rakyatmu, jangan buat rakyat risau, jangan membuat rakyat menilaimu pemimpin yang tidak punya adab, jika engkau terus lakukan, tinggal menunggu waktu engkau akan terjerembab seperti Banteng bertekuk lutut di hadapan para Matador di negeri Spanyol.(*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

perhapmi
perhapmi