Tak Diijinkan Masuk, Aksi Demo di Kejati Gorontalo Diwarnai Kericuhan

oleh
Aksi demo di kejato gorontalo
Aksi demo ratusan warga yang tergabung dalam yayasan pembela hak rakyat (YAPHARA) di depan kantor Kejaksaan tinggi Gorontalo, Kamis (26/4/2018) - Photo : suaralidik.com

GORONTALO,suaralidik.com – Ratusan warga yang tergabung dalam yayasan pembela hak rakyat (YAPHARA) Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kembali menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan tinggi Gorontalo, Kamis (26/4)

Ratusan masa aksi ini menuntut penahanan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo Risman Taha, Terkait kasus pencemaran nama baik terhadap mantan walikota Gorontalo Adhan Dambea. Sementara aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan lantaran pqra masa pendemo tidak diijinkan masuk menemui kepala kejaksaan Gorontalo.

Sebelumnya kedatangan ratusan masa aksi ini mempertanyakan penanganan kasus pencemaran yang dilakukan Risman Taha Kepada Adhan Dambea. Pasalnya setelah ditetapkan sebagai tersangka Pihak kejaksaan belum melakukan penahanan terhadap pelaku tersebut. Hingga akhirnya ratusan warga pun terus melakukan aksi demo. Namun sayangnya saat berada didepan kantor kejati Gorontalo, Ratusan masa aksi ini tak diijinkan untuk masuk menemui kepala kejaksaan tinggi.

Sementara dengan situasi yang mulai memanas, sehingga aksi tersebut diwarnai kericuhan. Pasalnya para masa aksi ngotot untuk masuk ke dalam kantor namun dihadang oleh petugas pengamanan, hingga akhirnya aksi dorong mendorong pun terjadi.

Di halaman kantor Kejaksaan tinggi Gorontalo Nursalam Karim selaku Orator mengatakan, aksi demo ini terus dilakukan agar pihak kejaksaan tinggi segera melakukan penahanan terhadap mantan anggota DPRD Kota Gorontalo Risman Taha, atas putusan pengadilan Negeri Gororontalo yang menjatuhkan pidana 5 bulan penjara dan denda senilai Rp 5 juta pada tahun 2017 Kemarin.

” yang bersangkutan saat ini sudah berstatus tersangkan dan dan telah dijatuhkan hukuman oleh pihak pengadilan. Namun sampai dengan saat ini Risman Taha terus berkeliaran bebas dan belum juga ditahan,” kata Nursalam.

Sementara itu, kepala kejaksaan tinggi Gorontalo Firdaus Dewilmar mengatakan,pihaknya belum bisa melakukan penahanan terhadap Risman Taha, pasalnya keputusan pengadilan Negeri Gorontalo belum memiliki keputusan hukum yang tetap, karena Risman Taha tengah mengajukan kasasi ke Mahkama Agung.

Setelah memdapatkan tanggapan dari pihak kejati, ratusan masa aksi akhirnya membubarkan diri.(**FP/BCHT)