Tak Goyang Soal Caplok, Warga di Jeneponto Datangi Posko IYL-Cakla Setor KTPnya

oleh

JENEPONTO – Pasca tudingan mencaplok KTP yang tersebar, diduga untuk menggagalkan langkah pencalonan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), dukungan warga untuk paket yang dikenal komitmen ini terus mengalir.

Posko pemenangan IYL-Cakka, Rumah Kita, di Kabupaten Jeneponto, misalnya, didatangi sejumlah warga yang ingin menyetor KTP dukungan.

Warga yang datang mengaku, mendengar adanya upaya menghadang pencalonan IYL-Cakka sehingga terdorong mendatangi Rumah Kita untuk menyetor KTP sebagai bentuk dukungan.

“Sebenarnya kami sudah ingin kumpul KTP sejak dengar Pak Ichsan akan maju tapi kami tidak tahu mau setor KTP dimana,” kata salah satu warga yang datang, Dg Rewa, Selasa (12/12/2017).

Sejak IYL-Cakka dikabarkan sudah mendaftar di KPU dengan membawa syarat dukungan yang jauh melebih syarat, dirinya bersama kerabatnya yang lain, kata Dg Rewa, sebenarnya sudah mengurungkan niatnya menyetor dukungan KTPnya. Namun pasca mendengar adanya pihak tertentu sengaja mengopinikan IYL-Cakka mencaplok KTP, sehingga ia dan rekannya kembali berinisiatif mencari alamat Rumah Kita untuk menyetor KTP.

“Kami ini buruh bangunan dan sebagian nelayan, kami terdorong datang kesini karena mendengar ada pihak yang ingin menggalkan beliau dengan menyebar isu yang tidak benar. Kami ingin lihat Pak IYL-Cakka ikut bertarung di Pilgub,” ungkapnya.

Ia bersama warga lain yang datang berjanji akan kembali datang dengan membawa keluarganya yang lain untuk menyetor KTP dukungan. Warga yang datang sendiri dari Kelurahan Sidenre dan Biringkassi, Kecamatan Binamu.

Rombongan warga ini diterima oleh tim Rumah Kita Jeneponto. Warga lainnya, Jini, mengaku tidak pernah ketemu IYL, namun tau bagaimana Punggawa (sebutan IYL) mencetuskan pendidikan gratis yang benar-benar gratis di Gowa. “Saya dari dulu ingin jadi relawan Pak Ichsan, tapi tidak tau mau kordinasi kemana,” pungkasnya.

Dukungan penyetoran KTP oleh warga memang kembali marak di berbagai daerah pasca adanya skenario yang dibuat oleh kandidat tertentu untuk menggalkan pencalonan IYL-Cakka. Warga bahkan rela datang sendiri ke Rumah Kita tiap kabupaten/kota.