Tak Kunjung Jelas Siapa PAW Wabub Gorontalo, Ini penjelasan Nelson.

oleh
Photo : Bakal PAW Wabup Nelson Pomalongo hingga kini masih kurang jelas

Gorontalo, Suaralidik.Com – Pergantian Antara Waktu (PAW) wakil bupati gorontalo hingga saat ini belum jelas siapa yang akan menduduki kursi “panas” yang ditinggalkan Fadli Hasan karena diberhentikan oleh mentri dalam nergi pada awal tahun 2018 kemarin.

Setelah lebih kurang empat bulan lamanya melakukan penjaringan, kedua Partai penggusur PPP dan Demokrat telah mengerucut ke enam nama antara lain,Nani Mokodongan, Hadijah Tayeb, Chamdi Mayang, Arifin Djakani, Ahmad Lihu dan Herman Walangi.

Keenam nama tersebut telah diserahkan ke Bupati Prof Nelson Pomalongo minggu (29/07/2018) untuk dikaji, namun hingga saat ini ke enam nama tersebut belum mengerucut ke dua nama yang seharusnya disedorkan bupati ke DPRD kabupaten gorontalo.

Bupati gorontalo kepada awak media dirumah dinasnya mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan kepada ke enam nama calon yang sedorkan oleh kedua partai pengusung.

“Saya baru memanggil dua nama, Ahmad Lihu, serta Arifin Djakani, dan insha allah nanti Hadija Tayeb, Hamdi Mayang, Herman Walangadi dan terakhir Nani Mokodongan karena sesuai abjad.tapi ini tergantung waktu juga.”tutur Nelson

Pihaknya berharap september ini akan selesai pendalaman yang dilakukannya kepada ke enam para kandidat tersebut, setelah itu akan diserahkan ke DPP Demokrat maupun DPP PPP.

“Ingat yang menentukan ini bukan hanya satu partai tapi dua partai, kalau ada yang mengklaim bahwa satu partai bermasalah, ini bisa jadi tarik menarik, dua partai ini harus sama, dan setelah itu kita menghasilkan dua nama sehinga dua kandidat itu yang akan dibawah ke DPRD untuk dipilih.”tegas Bupati.

Menurut nelson kalau bisa tahun ini permaslahan PAW wabub ini selesai, tapi semua tergantung proses, sebab proses saat ini masih tarik menarik kepentingan dan sebagainya, itu yang mulai kelihatan saat ini.

“kepentingan-kepentingan eksternal mulai masuk didalamnya, padahal paling utama adalah kepentingan bagaimana mendampingi saya dan bisa membantu saya sebagai bupati untuk bekerja, sekaligus bagaimana memberi semangat,dan menambah energi membangun daerah serta mampu berkelaborasi wakil bupati dengan yang lain, hal itu yang paling utama.”pungkas Prof Nelson

Ia juga meyakini apabila ada kepentingan lain, bahwa kepentingan itu terkait tiga hal yang diutarakan sebelumya. Pihaknya juga membantah kabar tentang penolakannya PAW berasal dari partai.

“Selama ini saya sudah katakan, saya menghargai mekanisme yang ada, dalam mencari pendamping tidak bisa sembarangan karena saya sudah punya pengalaman sebelumnya, dan itu saya lakukan bukan saya tidak mau.”ujar Nelson Pomalingo

Mantan rektor dua universitas ternama di gorontalo ini juga mengingatkan bahwa kabupaten gorontalo merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dari kabupaten kota diprovinsi gorontalo, sehingganya perlu memiliki wakil bupati.

“Hari ini kegiatan saya tidak hanya disini, stektoral juga banyak, mendatangkan investor dan sebagainya termasuk kopek itu menjadi tanggung jawab saya, meski dampaknya juga kepada daerah.”tegas bupati gorontalo

Sekali lagi ia mengingatkan yang akan menjadi PAW harus memiliki tiga kriteria yang diatas”apa bila tidak memiliki itu maka baiknya tidak ada wakil.”pungkas mantan rektor tersebut.(***RDJ).