Tak Kunjung Dibayarkan, Kontraktor Segel Hasil Pembangunan Gedung DPRD Tahap Pertama

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Sejumlah rekanan kontraktor pekerja Tahap pertama pembangunan gedung DPRD Bulukumba melakukan aksi protes dengan menyegel bangunan. Kamis (17/8/17) siang.

Dengan membentang spanduk baliho berukuran besar, mereka menyegel bagian depan bangunan yang merupakan hasil pembangunan tahap pertama yang selesai beberapa bulan lalu. Selain spanduk mereka juga memasang kawat duri di lokasi proyek.

Aksi protes tersebut mereka lalukakan lantaran, hingga saat ini pihak yang bertanggung jawab belum membayarkan hasil pekerjaan mereka. Dalam spanduk juga tertulis ‘Bangunan ini belum dibayar, untuk menghindari tuntutan dan bentrokan agar supaya pihak terkait tidak melanjutkan pembangunan tahap II sampai kami dibayarkan’.

“Dipasangnya papan/baliho maupun penyegelan berupa kawat duri di lokasi proyek pembangunan DPR tahap pertama itu karena tidak adanya sikap tegas dari pihak pemerintah kabupaten untuk melunasi sisa bembayaran kami sebesar kurang lebih 1,3 m. Dimana kami telah menunggu selama 9 bulan sejak 23 Desember 2016,” kata salah satu pihak kontraktor, Amran Latif kepada suaralidik.com.

Selain itu, Amran juga mengatakan, pihaknya merasa heran dengan sikap pemerintah Kabupaten yang seakan cuek dan enggan membayarkan hasil pekerjaannya.

“Kenapa sampai saat ini kami belum dibayar, padahal dana untuk pembangunan tahap pertama ada, sementara presiden sendiri pernah mengatakan bahwa dana jangan di endapkan di bank. Dan sementara kasus kasus begini di beberapa daerah dan dinas itu ada jalan keluarnya, mengapa pekerjaan kami ini seperti tak dianggap,” keluh Amran.

Meski demikian, ia mengaku sebelumnya telah ada pembayaran dalam bentuk uang muka.

“Baru 40 persen kami dibayar, sisanya itulah yang mencapai 1,3 Miliar. Belum lagi pekerjaan kami dianggap tidak ada masalah dari segi waktu dan kualitas kami tepat waktu, bahkan BPK yang telah melakukan pemeriksaan tak menemukan adanya kesalahan dan kerugian negara,” jelas Amran.

Seperti diketahui, polemik pembangunan gedung DPRD Bukukumba mencuat dan menjadi perbincangan hangat publik beberapa bulan lalu, terlebih saat ini kembali adanya masalah pada proses tender untuk pekerjaan tahap dua yang terhenti.

“Intinya ini Pokja, Skarang masih pekerjaan hasil tahap 1 blum pi di diapa apain,” ungkap ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamza Pangki saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Rep: Indra Chaerunnisa