Tak Kunjung Rampung, Pekerjaan Jembatan Bandrol Rp 4 M BPJN Balai XV Sulut Bina Marga Menelan Korban Jiwa

oleh -
Khairuddin korban jembatan yang tidak krlar

KOTAMOBAGU, Suaralidik.com – Sungguh malang nasib Khairuddin Mokodompit (53) tahun bekerja sebagai tukang bentor beberapa waktu yang lalu menghembuskan napas terakhir.

Khairuddin wafat ditengara akibat dari pekerjaan yang sedang dilakukan oleh PT.Eka Pratama Jaya.dengan No
kontrak,HK.02.01/BB/15PJN2/PPK2.4/111,tanggal kontrak 19 Maret
2019,dengan nilai kontrak, sebesar Rp 4.788.290.000,- sumber dana APBN
2019.

Sebagaimana diketahui, pekerjaan proyek tersebut sudah di beritakan sebelumnya. karena situasi jembatan darurat yang dibuat oleh pihak pelaksana sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

Sebelumnya juga ada salah satu
warga yang sempat jatuh dari jembatan tersebut namun pihak pelaksana
cuek-cuek saja seakan tidak ada kejadian.

Namun diluar dugaan salah
satu warga Kotobangun, Khaeruddin Mokodompit salah satu pengendara Bentor mengalami kecelakaan  pada jembatan tersebut.

Sekedar diketahui, pihak pelaksana memasang jembatan pembuatan jembatan darurat hanya dipasangi dengan kayu 5-10, sehingga korban jatuh dibawah jembatan bersama bentor yang
dibawahnya.

Sementara itu, pihak pelaksana sangat susah di temui untuk dimintai
konfirmasinya. Kasat reskrim kotamobagu AKP.Fadli ketika di hubungi
oleh wartawan Koran ini mengatakan,”kasus pada pelaksanaan proyek jembatan yang ada di kotobangun yang menelan korban jiwa tetap akan ditindak lanjuti tinggal menunggu keluarga korban.

Ketua DPD Ormas laki, Firdaus Mokodompit, menanggapi kalau persoalan  tersebut harus disikapi dengan serius karena sudah berulang kali.

Ironisnya pihak pengawas dari Balai Pengawas Jalan Nasional(BPJN-XV) super cuek.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas persoalan
tersebut,”imbau Firdaus,(***AO)