Tak Mau Tindaki Laporan AMMPD, DPRD Kabgor Dituding Penakut

oleh

Taufik Buhungo Orator AMPD saat melakukan orasi, pada aksi damai belum lama ini,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Jendral lapangan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) Taufik Buhungo menuding Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Provinsi Gorontalo tak berani menindak lanjuti laporan mereka terkait dana kampanye tim paket Nafas yang dinilai bermasalah.

Taufik Buhungo mengatakan pada amar putasan pengadilan negri Kota Gorontalo menyebut dana kampanye paket Nafas pada Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 2015 sebesar 13,6.M, sedangkan yang dilaporankan ke KPU hanya 6,5 M, AMMPD menilai bahwa paket Nafas memalsukan dokumen dana kampanye.

“Kami menuntut nyali dan konsistensi DPRD dengan laporan kami, terkait amar putusan pengadilan kota gorontalo yang menyebutkan soal dana kampanye paket Nafas 13,6 M, dan kami meminta DPRD untuk membentuk hak angket terhadap paket NAFAS, bukan hanya berkoar-koar dimedia atau sosmed dengan persoalan lain, tapi pada kenyataannya belum ada langkah apapun yg di lakukan. Kami butuh tindakan bukan sebatas statmen.”kata Taufik kepada Suaralidik.com rabu 07/11/2018.

Pihaknya juga menilai DPRD telah kehilangan taringgnya untuk menindak lanjuti laporan-laporan masyarakat, terkait permasalahan Daerah.

“Menurut kami DPRD telah kehilangan taringnya dalam tanda kutip, sebagai lembaga perwakilan rakyat yang mengedepankan pungsi pengawasan, sebagaimana telah diatur dalam UU MD3. ada kemungkinan DPRD kabgor kemasukan angin terkait angket, jika memang tak mampu dalam menjalankan tugasnya dilembaga legislasi baiknya kantor itu ditutup saja dan seluruh penghuninya berkantor di media sosial saja, karna terlihat jelas bahwa DPR lebih banyak aktivitasnya lewat media sosial,”tutur Taufik Buhungo dengan nada kesal.

Taufik menambahkan, pihaknya telah bertemu dengan anggota komisi ll mempertanyakan tindak lanjut tentang aduan meraka yang telah disedorkan kepada ketua DPRD.

“Kami menemui komisi dua Husin Paniogoro diruang kerjanya untuk mempertanyakan laporan kami, beliau menyampaikan sampai degan saat ini beliau belum tau perkembangan soal tindak lanjut terkait dengan laporan/aduan kami ke ketua DPRD, karena beliau belum diundang untuk melakukan rapat bersama. Dengan hal ini makin basusmsi bahwa DPRD terindikasi kemasukan angin,”tutup Taufik,(***Rollink).