Tak Miliki IMB, Wabup Bulukumba Hentikan Pembangunan Rumah Adat Somba Palioi

oleh
Wabup Bulukumba, Tomy Satria Yulianto saat menerima aspirasi ratusan masyarakat aliansi adat palioi di kantor Bupati Bulukumba. Kamis (12/10/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Wakil Bupati Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menanggapi kisruh permasalahan pembangunan Rumah Adat Somba Palioi yang dianggap menggeser nilai sejarah.

“Untuk sementara, saya harap dinas Perumahan dan Perizinan melakukan penghentian sementara pembangunan rumah adat Palioi di Pappae,” ujar Tomy Satria Yulianto.

Wabup Bulukumba, Tomy Satria Yulianto saat menerima aspirasi ratusan masyarakat aliansi adat palioi di kantor Bupati Bulukumba. Kamis (12/10/17).

Hal itu diutarakannya saat menerima aspirasi ratusan warga dari desa Benteng dan Somba Palioi yang menggelar aksi protes di kantor Bupati Bulukumba. Kamis (12/10/17).

Kala itu Wabup dipaksa menemui demonstran yang berhasil menerobos dan merengsek masuk ke dalam kantor bupati Bulukumba. Massa yang geram kemudian mengungkapkan bahwa pembangunan Rumah Adat tersebut tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan juga tak tahu menahu soal pembangunan itu.

Selain menaggapi tuntutan pengunjuk rasa memerintahkan dinas terkait untuk melakukan penghetian pembangunan sementara, Tomy juga berjanji dalam waktu dekat akan memediasi kedua pihak antara oknum yang mengaku raja Somba Palioi seperti yang diteriakkan warga.

“Paling lambat sampai Kamis (19/10/17) pekan depan kita akan mengundang sahabat-sahabat untuk duduk bersama dengan pihak-pihak yang selama ini mengaku sebagai raja Somba Palioi supaya ada kejelasan seperti apa sebenarnya sejarah yang ada di Somba Palioi,” tegas Tomy disambut seruan demonstran.

Lanjut Tomy, menjelaskan bahwa di Bulukumba khususnya Gantarang itu dikenal dengan Benteng Palioinya.

Benteng Palioi masuk dalam sejarah kerajaan Gantarang, Benteng Palioi adalah pertahanannya raja Gantarang yang terkenal sebagai orang yang mampu menjaga harkat dan martabatnya itulah disebutkan mengapa Benteng Palioi itu kokoh.

“Kita akan berusaha mencari jalan keluar bagaimana mengembalikan identitas Somba Palioi sebagai bagian dari kerajaan Gantarang dan kabupaten Bulukumba yang kita cintai,” tandas Tomy.

Diberitakan sebelumnya,

Ratusan warga dari dua desa yakni Benteng Palioi dan Somba Palioi menyeruduk kantor Bupati Bulukumba domonstrasi menolak pembangunan Rumah Adat Somba Palioi di Pappae, Desa Taccorong, kecamatan Gantarang. Kamis (12/10/17).

Mereka menilai pembangunan rumah adat tersebut telah menggeser nilai sejarah yang ada karena dibagun diluar wilayah Somba Palioi sendiri.

Selain itu, massa juga menggugat oknum yang mengatasnamakan sebagai raja Somba Palioi. Menurut mereka keberadaan oknum yang mengklaim diri raja itu mencoreng nilai sejarah dan Silsilah garis keturunan yang ada selama ini tercatat dalam Somba Palioi.

“Kami mendesak pemkab Bulukumba dan DPRD untuk segera menghentikan pembangunan Rumah Adat Somba Palioi yang tak memiliki IMB karena juga letaknya jauh dari kawasan Somba Pilioi. Dann juga kami minta segera mediasi dengan orang yang mengaku sebagai Raja Somba Palioi,” ujar Bagas koordinator aksi. (Ar/ *)