Tak Terima dikeroyok, Kedua Pemuda Pelaku Panah Wayer Di Bekuk Polisi

oleh
Foto : kedua pelaku penembakan panawayer dengan inisial RI dan HM setelah dibekuk pihak polsek telaga biru pada selasa 11/09/2018.

Gorontalo, Suaralidik.Com – Polsek telaga biru kabupaten gorontalo berhasil membekuk dua pemuda pelaku penembakan panah wayer didesa tinelo kecamatan telaga biru pada selasa 11/09/2018.

Kedua tersangka Rahmat Igirisa (18) warga desa pilohayanga kecamatan telaga dan Hidayat Mootalu Alis Yano (19), warga desa tinelo kecamatan telaga biru dipebekuk setelah pihak kepolisian menerima laporan korban Yakop Ayuba (29) Warga Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru.

Menurut keterangan HM alias Yano, pada Rabu dini hari (04/09/2018), ia hendak melewati kompleks Desa tinelo, pada pukul 02:00, dan kemudian ada yang menegur, setelah mau mendekati tiba-tiba langsung mengeroyok. Akibat Kejadian itu, bagian mata memar serta kaki lecet akibat tersungkur.

“Pada senin malam 10/09 saya didatangi Rahmat,sambil ngemiras saya menceritakan kejadian tersebut, Rahmat tak terima ia mengajak saya untuk mencari para pelaku yang mengoroyok saya, pada pukul 02.00 selasa 11/09 dini hari, dengan menggunakan motor saya dan Rahmat menuju lokasi pengoroyokan, sesampainya disana kami menemukan kerumunan orang, tampa basa basi saya katakan kerahmat tembak saja, setelah ditembakan saya langsung tancap gas.”turur Yano

Kapolsek Telaga Biru IPDA Muhammad Arianto kepada awak media motif pelaku adalah balas dendam karena sebelumnya salah satu dari kedua tersangaka pernah dikeroyok ditempat yang sama.

“Setelah menerima laporan dari korban bersama ke dua rekannya dengan posisi busur panah yang masih menancap di leher, tidak berselang 24 jam kami berhasil mengamankan para pelaku, dari hasil pemeriksaan mereka mengakui, motifnya balas dendam namun salah sasaran, karena salah satu dari mereka pernah dikeroyok ditempat yang sama , dan masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh babinkamtibnas setempat.”tegas kapolsek.

Akibat perbuatannya para pelaku teramcam pasal berlapis, dengan hukuman minimal 10 tahun penjara.

“Para pelaku terancam dengan undang undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara, 351 ayat 2 supsider 351 ayat 1 junto 55 dan 56 dengan 5 tahun kurungan.”tutur IPDA Muhammad Arianto

Kapolsek juga menambahkan korban saat ini masih dirawat dirumah sakit, akibat terkena panah wayer disisi leher kiri.

“Panjang busur yang diamankan petugas 11 Cm, dan dari hasil fisum yang menancap ditubuh korban 2 Cm.”tutup kapolsek telaga biru.(***RDJ)