Tak Terima Dipersulit Oleh BPN Kabgor, Ahli Waris Blokir Jalan GORR

oleh -

Foto : Ahli waris saat melakukan pemblokiran jalan Gorr,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com -Tak terima ulah Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Gorontalo yang dinilai mempersulit dalam kepengurusan pengguguran sertifikat, ahli waris nekat melakukan pemblokiran ruas jalan Gorontalo Outer Ring Road (Gorr) kelurahan Bionga kecamatan Limboto, Selasa 28/05/2019.

Akibat dari pemblokiran ini sejumlah pengendara roda empat dan dua yang melitasi jalan tersebut terganggu.

Mumahamad Uten (50) warga Kelurahan Bionga Kecamatan Limboto kepada Suaralidik.com mengatakan,
aksi nekat ini dilakukan disebabkan lambatnya proses pengguguran sertifikat tanah oleh BPN wilayah Kabupaten Gorontalo.

“Memang tanah ini berpolemik, tapi sudah selesai setelah ada putusan dari MA, bahwa pihak keluarga kamilah pemilik tanah ini. Seharusnya pengguguran sertifikat sudah selesai, karena telah berproses sejak Desember 2018 kemarin,”kata Muhamad.

Muhamad menjelaskan, akibat dari lambatnya proses pengguguran sertifikat tanah di BPN uang ganti rugi yang telah dititipkan dipengadilan negeri Limboto tidak bisa dicairkan karena masih menunggu sertifikat sebelumnya digugurkan.

“BPN Limboto dan BPN Provinsi sama-sama memberikan harapan palsu kepada kami. Jadi kesabar keluarga kami sudah habis, jadi maaf jalan ini kami blokir saja,”jelas Muhamad.

Kepala Seksi Sengketa dan Pengendalian Pertanahan BPN Kabgor Abdillah Mallo ditemui Suaralidik.com diruang kerjanya mengatakan, sebelumnya tanah milik keluarga Mumahamad Uten tersebut telah berpolemik sejak 4 tahun lalu.

“Sesuai hasil putusan MA pemenangnya adalah keluarga Muhamad Uten, ada 6 sertifikat yang dibatalkan. Kemudian ke enam sertifikat ini ajukan untuk dilakukan penguguran, dan itu kita lakukan proses pembatalan ke kantor BPN wilayah provinsi, jadi disana yang akan mengeluarkan surat pembatalan,”kata Abdillah.

“Tidak ada kata kami memperlambat karena prosesnya seperti itu. Perkara 4 tahun saja mereka sabar menunggu apalagi tinggal menindaklanjuti putusan. Intinya semua sementara dalam proses, dan kami telah memberikan sutar SPKT kepada mereka. Kalaupun jalan GORR itu ditutup silakan itu hak mereka bukan urusan kami,”lanjut Abdillah,(***Rollink).