Tak Terima Disebut Pembohong, Gubernur Gorontalo Melaporkan RA Ke Polisi

oleh -

Foto : Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi jajaran pengurus Golkar Kabgor usai memberikan keterangan di Polres Gorontalo, Rabu 21/08/2019,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Perkataan tokoh politik dengan inisial RA di depan para kader Golkar saat menghadiri pemakaman ibunda Ketua DPD ll Golkar kabupaten Gorontalo berbuntut panjang.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang tak terima dengan ucapan tersebut, melaporkan RA ke Polres Gorontalo, Rabu 21/08/2019.

Rusli Habibie melalui kuasa hukum Suslianto SH. MH menceritakan, kejadian bermula pada tanggal 20 Juni 2019, tepat meninggalnya orang tuan DPD ll Golkar Dadang Hemeto.

“Di tempat umum, tiba-tiba seseorang yang kami duga inisialnya RA, itu menyatakan dengan bahasa Gorontalo “He Akaliya Le Rusli Boti ye Tingoli”,artinya Rusli akan akal kalian”,tutur Kuasa Hukum.

Suslianto mengaku, insiden tersebut sebelumnya telah dilaporkan oleh Wakil Ketua DPD ll Golkar Nikson Yusup ke pihak kepolisian, namun perkaranya adalah delik aduan, sehingga mengharuskan pelapor adalah orang yang merasa harkat dan martabatnya di serang.

“Dan hari ini pak Rusli Habibie, klien kami sudah mengajukan laporan di Polres Gorontalo”,kata Suslianto.

Ditanya mengapa baru sekarang melapor? Suslianto menjelaskan, masih ada beberapa hal yang butuh kajian hukum terkait peristiwa tersebut, sehingga klien nya baru mengajukan laporan hari ini.

“Kemarin kita tim hukum masih melakukan beberapa kajian dengan peristiwa ini, yang memang juga masih ada kesibukan dari bapak Rusli Habibie atau klien kami, sehingga baru hari ini kita mengajukan laporan”,jelas Suslianto,(Rollink).