Tak Tersentuh Pemerintah, Gadis Difabel Ini Dapat Bantuan Dari Lidik Pro dan PPDI Bulukumba

oleh
Foto bersama Lidik Pro dan PPDI Bulukumba dengan Gadis Difabel

BULUKUMBA, Suaraidik.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) bekerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) cabang Bulukumba, kembali menyerahkan bantuan kepada seorang remaja Difabel bernama Emma (18) warga Desa Anrang, Kecematan Rilau Ale, Bulukumba. Rabu (5/7/17).

Penyerahan bantuan berupa sembako yang di serahkan langsung oleh Sekertaris Jendral Lidik Pro, Darwis, didampingi ketua Lidik Pro DPD Bulukumba, Anto Harley dan Ketua PPDI Bulukumba, Suherman ini di saksikan langsung Kepala Desa Anrang.

Foto bersama Lidik Pro dan PPDI Bulukumba dengan Gadis Difabel

Darwis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin LSM Lidik Pro bersama PPDI Bulukumba, yang mereka gilir setiap mendapati laporan adanya penyandang Disabilitas yang tak tersentuh pemerintah.

“Ini Agenda rutin, sudah ada beberapa yang kita beri bantuan. Kalau di pemerintah tidak tercover, kita yang cover,” ujarnya usai menyerahkan bantuan.

Sementara itu, Ketua DPD Lidik Pro kab Bulukumba  Harianto Syam mengungkapkan kalau kegiatan sosial merupakan salah satu kerangka kerja besar Lembaganya, Ia menjelelaskan kalau Lidik pro terdiri dari 3 (tiga) kerangka kerja yaitu : Investigasi,Sosial dan media.

Penyerahan bantuan sembako Lidik Pro dan PPID.

Sementara, ketua PPDI Bulukumba, Suherman mengatakan, ini bukanlah bantuan terakhir yang akan disalurkan oleh PPDI Bulukumba kepada Emma. Kedepan ia mengaku akan menyerahkan bantuan berupa kursi Roda untuk gadis yang memiliki kelainan fisik pada kakinya ini.

“Selain itu, sebenarnya tujuan kita datang untuk memberi motivasi ke Emma agar tetap semangat meski memiliki keterbatasan fisik, utamanya kita mengajak dia untuk kembali bersekolah dan diberi pelatihan keterampilan agar nantinya mandiri,” ungkap Suherman.

Sementara itu, Hariani ibu dari Emma mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lidik Pro dan PPDI Bulukumba. Haerani merasa bersyukur karena meski tak pernah mendapat sentuhan pemerintah, masih ada orang -orang yang memperhatikan kehidupan anaknya.

Untuk diketahui, Emma merupakan satu dari ribuan penyandang Disabitas yang ada di Bulukumba. Ia memiliki kelainan fisik di bagian kaki, mulai pangkal paha ke kaki mengecil yang dirinya derita sejak bayi.

Malangnya, gadis yatim ini tak tercover oleh pemerintah, baik dari pemerintah setempat maupun pemerintah daerah, (Instansi terkait). Selama ini Emma hanya dirawat oleh ibunya yang mengandalkan hasil kebun. (RED 4)