Tambah Pengetahuan ASN Metode Penilitian, Pemkab Bulukumba Hadirkan Narasumber Dari LIPI

oleh
ASN Metode Penilitian, Pemkab Bulukumba
Tambah Pengetahuan ASN Metode Penilitian, Pemkab Bulukumba Hadirkan Narasumber Dari LIPI

Suaralidik.com,Bulukumba – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalu Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai metode penelitian kelitbangan. Bimtek ini diikuti oleh seluruh para Kepala Sub Bagian Perencanaan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bulukumba. Bimtek dibuka oleh Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto berlangsung Aula Kantor Bappeda, Rabu (5/4).

ASN Metode Penilitian, Pemkab Bulukumba
Tambah Pengetahuan ASN Metode Penilitian, Pemkab Bulukumba Hadirkan Narasumber Dari LIPI

Menurut Kepala Balitbangda Muh. Amral, tujuan dari Bimtek ini untuk menambah pengetahuan para ASN mengenai metodologi penelitian serta dapat mengembangkan inovasi baru di dunia penelitian. Adapun narasumbernya menghadirkan Joko Ridho Witono dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan materi Metode Penelitian dan Sistem Pengolahan Data Hasil Penelitian, Dr. Baharuddin dengan materi Prosedur Kelitbangan, serta Kepala Balitbangda Muh. Amral dengan materi terkait Kebijakan Kelitbangan Daerah.

Tomy Satria Yulianto dalam sambutannya menyebut bahwa hasil penelitian itu seharusnya mampu ditindak lanjuti atau diaplikasikan, tidak mengawan-awan namun betul-betul memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi.

“Bahasa kampusnya jangan orgasme dengan produk-produk penelitian, namun bagaimana produk penelitian itu menjawab persoalan yang terjadi” pinta Tomy Satria Yulianto

Semua orang sudah tahu bahwa Bulukumba memiliki potensi sumber daya alam yang besar, sehingga kata Tomy tantangannya adalah bagaimana penelitian itu memberikan jawaban seperti apa cara mengelola potensi tersebut. Olehnya itu lanjut Tomy dirinya berharap pihak-pihak terkait seperti Balitbangda dan Dewan Riset Daerah mampu melakukan pencermatan terhadap potensi daerah untuk kemudian dapat menghasilkan penelitian yang ditindak lanjuti dengan program kegiatan oleh OPD Pemkab.

Untuk itu Tomy Satria Yulianto mengharapkan para kasubag program di OPD mampu melahirkan program yang tajam, bukan program rutinitas yang hanya menggugurkan kewajiban saja, namun outcome atau manfaatnya tidak menjawab permasalahan yang dihadapi.

“Jangan menjadi pegawai yang seperti air mengalir saja, karena sudah jelas hanya waktu yang menyelesaikannnya. Namun bagaimana para pegawai mampu berinovasi di bidangnya masing-masing” ujar Tomy di hadapan para peserta bimtek.(ULLA/BCHT)