banner 728x250

Tambang Ilegal Kembali Marak di Bonto Bahari dan Bonto Tiro, KNPI Bonto Bahari: Bukti Aparat Tutup Mata

  • Bagikan
Tambang Ilegal
Salah satu lokasi Tambang Ilegal di Bonto Bahari ||

BULUKUMBA,suaralidik.com –  Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bonto Bahari, menyoroti maraknya pertambangan Golongan C Ilegal di Kecamatan Bonto Bahari dan Bonto Tiro.

Pasalnya, berdasarkan investigasi bersama aktivis Lidik Pro (Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara) Bonto Bahari, pihaknya menemukan beberapa aktivitas usaha galian C di dua kecamatan tersebut.

banner 728x250

” Maraknya pertambangan ilegal yang kami temukan di Bonto Bahari dan Bonto Tiro bukti bakwa tidak adanya keharmonisan antara pemerintah kabupaten Bulukumba dengan pelaku usaha pertambangan. Dan itu menjadi tolak ukur bahwasanya pengawasan aparat penegak hukum masih sangat lemah bahkan terkesan tutup mata,” ucap Ketua DPK KNPI Bonto Bahari Edi Aswar, Rabu (25/08) kepada tim suaralidik.

Edi Aswar menambahkan,yang menjadi pertanyaan,mengapa pertambangan ilegal terus berlangsung ?

“Karena salah satunya adalah adanya persepsi bahwa masyarakat yang menambang adalah rakyat yang mencari penghidupan yang harus dilindungi sehingga legal tidak legalnya ini tetap berlangsung dan menjadi issu untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari masyarakat” tuturnya.

Edi Aswar Lidik Pro -
Edi Aswar

“Saya menganggap bahwa dalam menyikapi masalah maraknya aktivitas pertambangan ilegal kita harus lebih bijaksana karena selain dari tidak adanya dukungan pemerintah dalam hal kemudahan pengurusan izin juga terindikasi adanya bekingan yang merupakan ranah yang sangat menguntungkan bagi oknum-oknum aparat dan pejabat untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat,” kata Edi.

Menurutnya, adanya kegiatan penambangan galian C oleh masyarakat/perusahaan tidak berkontribusi terhadap masyarakat sekitar karena sama sekali tidak memberikan lapangan kerja.

“Aktivitas penambangan yang tidak menggunakan prinsip-prinsip penambangan yang baik dan benar jelas akan menimbulkan pengrusakan lingkungan dan rawan kecelakaan kerja ataupun mengakibatkan korban seperti yang terjadi sebelumnya di kecamatan Bontotiro,” tutup Edi Aswar yang juga Sekretaris di Lidik Pro Bonto Bahari.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *