Tanggapi Keluhan Petani, Pemkab Gorontalo Gelar Rapat Evaluasi

oleh -
Pemkab Gorontalo
Foto : Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo saat memimpin Rapat evaluasi keterlambatan penyaluran pupuk hingga masalah hama, Kamis (16/01),(foto Riri/Humas).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Banyaknya keluhan petani Kabupaten Gorontalo terkait keterlambatan penyaluran pupuk, hingga masalah hama langsung direspon olehBupati Gorontalo Prof. Nelson. Pomalingo.

Dirinya turun langsung memimpin rapat bersama seluruh jajaran Dinas Pertanian hingga penyuluh, di Aula Rapat Dinas Pertanian, Kamis, 16/01/2020.

Dalam kesempatan tersebut Nelson Pomalingo mengatakan, problem petani harus diseriusi dan diselesaikan oleh pemerintah daerah.

“Ada keluhan soal bibit dan hama penyakit, saya langsung melakukan pertemuan. dan tadi sudah terungkap langka-langka yang dilakukan. Kita berharap penyalurannya benar-benar baik. Saya juga sudah minta laporan,” ungkap Bupati.

“Masalah pertanian tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab dampaknya yang begitu besar. Kabupaten Gorontalo sendiri problem pupuk ini  di 9 kecamatan dan 25 desa. Jika dalam 10 ribu hektar lahan  ada 500 hektar yang tak mendapatkan pupuk, bisa jadi gagal panen. Ini bisa mengakibatkan kerugian hingga 20 miliar,” sambung Bupati.

“Masalah hama, saya sudah instruksikan segera dilakukan pendataan. Turunkan seluruh penyuluh pertanian, termasuk juga mengadakan pestisida. Dan tak kalah penting penyaluran pestisida harus maksimal,” tambah Nelson Pomalingo.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Rahmat Pomalingo mengungkapkan, problem pupuk seharusnya tidak ada kendala, sebab stok pupuk masih tersedia. Hanya saja ada perubahan sistem, yang tadinya manual kini berganti sistem EEDRKK. Di mana para petani diwajibkan untuk menginput nomor induk kependudukan. Hingga saat ini masih ada petani yang belum memasukkan data.

“Tapi kami telah menurunkan seluruh petugas, untuk menjemput langsung NIK di ketua kelompok.  Kami juga sudah rapat bersama dengan Capil kalau ada (data) di mereka kita minta sambil kita input,” jelas Rahmat.

“Alhamdulillah data sudah ada tinggal di input. Jadwal dari pusat pada tanggal 20 ini akan di input,” lanjut Rahmat.

Dirinya berharap petani bisa bersabar beberapa waktu, menunggu proses data selesai di tanggal 20 Januari. Sembari  menyiapkan uang untuk membeli pupuk tersebut.

“Jika pupuknya sudah ada langsung diserap semua, agar penyerapan kita tinggi. Karena kita bisa mendapatkan tambahan alokasi dari daerah-daerah lain yang tidak bergerak pupuknya,” tutup Rahmat.(Rollink).

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60