Tanggapi Pernyataan Kajati Sebelumnya Terkait 2 Alat Bukti Kasus Bimtek, Ini Kata Aspidsus

oleh -
Kantor Kejati Gorontalo
Foto : Kantor Kejati Gorontalo,(Foto Istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo sebelumnya, Dr. Firdaus Dewilmar terkait ditemukannya 2 alat bukti penyimpangan pada kasus dugaan korupsi Bimtek Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gorontalo beberapa waktu lalu, ditanggapi oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Farhan S.H., M.H.

“Terkait statement dua alat bukti dari Kepala Kejaksaan Tinggi sebelumnya akan kita kaji kembali. Sebab memang perkaranya masih berjalan hingga saat ini.” tegas Aspidsus kepada media ini, Selasa 08/10/2019.

Farhan mengungkapkan, saat ini pihak Kejaksaan telah menemukan bukti pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan, yang sebelumnya tidak ada.

“Begitu juga dengan pertanggung jawaban. Sebelumnya tidak ada bukti pertanggungjawaban, ternyata ada bukti,” ungkap Farhan.

“Contoh pelaksanaan kegiatan yang di laksanakan di beberapa hotel, seperti Grand Q dan Amaris, karena memang kegiatannya ada beberapa gelombang.” sambung Farhan.

Farhan menegaskan, jika jaksa penyidik menemukan bukti kerugian negara pada kasus ini, maka otomatis perkara tersebut akan dilanjutkan oleh pihak Kejati Gorontalo.

“Untuk perkara ini jika memang yudis formal tidak terbukti maka kita hentikan. Tapi kalau terbukti maka akan berlanjut,” tegas Farhan.

Sebelumya Kajati Gorontalo Firdaus Dewilmar saat diwanwancai awak media, Kamis 16/05/2019 mengungkapkan, penyidik telah mememeriksa seluruh saksi dan menemukan dua alat bukti penyimpangan yang dapat merugikan keuangan negara pada perkara tersebut.

“Sudah diperiksa memuanya dan segera akan ditingkatkan kepenyidikan. Pokonknya akan segera dinaikan kepenyidikan, karena indikasi dari penyidiknya sudah ditemukan dua alat bukti penyimpangan yang dapat merugikan keuangan negara,” ungkap Firdaus Dewilmar.(Rollink).