Tentang Demo, Wabub : Semua Sudah Sesuai Prosedur

oleh
Wakil Bupati Boltim, Rusdi Drs. Gumalangit
Photo : Wakil Bupati Boltim, Rusdi Drs. Gumalangit

Boltim – suaralidik.com, Demo yang dilakukan oleh ratusan masyarakat pendukung Bakal Calon Sangadi (Bacasang) yang tidak lolos dalam uji kompetensi yang digelar Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu, Selasa 16/10 pendemo lakukan demo di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selanjutnya Rabu 17/10 di Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Wakil Bupati Boltim, Rusdi Gumalangit saat bersua dengan sejumlah wartawan mengatakan, semua sudah sesuai prosedur.

“Tahapan sudah jalan dan tidak bisa dirubah. Untuk Bacasang yang tidak lolos itu sudah mengikuti evaluasi dari tes uji kompetensi dan dinyatakan tidak lulus oleh panitia,” ujar Wabup Jumat 19/10.

Disebutnya, Dokumen hasil tes dari pada bakal calon sangadi seharusnya tidak bisa dipublikasikan ke masyarakat.

“Sebenarnya dokumen hasil tes itu tidak bisa diperlihatkan kepada masyarakat. Alasannya karena pemda menjaga image dari calon itu sendiri. Namun, masyarakat yang mengikuti demo sangat memaksa maka pemda memperlihatkan dokumen seleksi dan disitu tertera nilai-nilai hasil dari perengkingan uji kompetensi. Tentunya disitu tercantum nama-nama beserta nilai rendah dari calon itu sendiri,” jelas Wabup.

Tambah Wabup, dalam uji kompetensi peserta akan melewati tiga tahapan yakni tes tulis, pidato dan wawancara.

“Apabila tidak dilakukan tes, pastinya akan ada sangadi yang tidak bisa memegang amanah, pemerintahan dan tanggung jawab didesa karena tes ini adalah ujian agar nantinya masyarakat akan mendapatakan calon sangadi yang memiliki pengetahuan, cerdas, dan bisa membangun desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Wabup, bagi bakal calon yang lulus akan berkampanye selama 3 hari.

“Kampanye Calsang akan berlangsung selama 3 hari, dimulai sejak Selasa 23/10 sampai Kamis 25/10,” tuturnya.

Wabup mengimbau, calon sangadi saat melakukan kampanye maka isi dari kampaye tersebut ada keterkaitan dengan program pemerintah dan mampu mempersatukan masyarakat.

“Para calon harus bisa membina para pendukung agar mampu menjaga keamanan dan kerukunan antar masyarakat. Jangan sampai ada perselisihan yang bisa berdampak buruk bagi hubungan masyarakat khususnya kekeluargaan.
Pemilihan sangadi adalah sarana untuk mendapatkan pemimpin desa yang mampu membimbing dan membangun desanya masing-masing,” tukasnya.(***bob)