Makassar Recover

Pemkab bantaeng

Terima 10 Rombel, PPDB SMAN 11 Makassar TA 2021-2022, Berjalan dengan Baik

  • Bagikan
Dra.Hj.Masita, MSI (Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Makassar)||

MAKASSAR, suaralidik.com – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 11 Makassar Tahun Ajaran 2021-2022 berjalan dengan baik dan lancar.

” Dimana kita memulai PPDB tahun ini melalui jalur zonasi. Pada jalur zonasi terdapat 70 persen kuota, yakni 270 siswa dari total 360 siswa yang diterima. Kemudian dijalur afirmasi kami menerima 29 siswa dari kuota 54 siswa. Lalu jalur non akademik dan perpindahan orang tua semua terpenuhi, masing-masing 18 untuk jalur non akademik dan 18 jalur perpindahan orang tua. Kemudian yang terakhir jalur pemenuhan kuota/jalur akademik, dimana jalur yang tidak terpenuhi atau yang tidak mendaftar ulang di jalur sebelumnya, yakni jalur afirmasi, dibawah ke jalur akademik,” ujar Dra. Hj. Masita, M.Si, Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Makassar, Kamis siang (22/07).

Pemkab bantaeng

Jadi total pada tahun ini, SMA Negeri 11 Makassar menerima 10 rombel dengan total sebanyak 360 siswa.

Menanggapi ditundanya pembelajaran tatap muka oleh pemerintah, Hj. Masita mengatakan, pemerintah pasti berpikir bagaimana kita semua bisa aman dan sehat. Semoga dengan masih diterapkannya pembelajaran secara daring, bisa menjaga anak-anak kita, guru dan semua pegawai dari virus Covid-19.

“Padahal kami sudah mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka. Mulai dari kelas kami tata dengan baik, menyiapkan cuci tangan untuk siswa, hand sanitizer, masker dan sarana lainnya,” jelasnya.

Lanjut Hj. Masita mengatakan bahwasanya dipihak sekolah, memfasilitasi anak-anak yang kurang mampu, dan yang tidak mempunyai Hp Android untuk datang ke sekolah, agar bisa mengikuti dan melaksanakan proses pembelajaran secara daring.

” Harapan kami, semoga pemerintah memperhatikan sarana penunjang untuk proses belajar mengajar, baik itu secara daring maupun luring. Semoga anak-anak yang kurang mampu masih mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa paket kuota untuk digunakan dalam proses pembelajaran daring,” tutup Hj.Masita.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *