Terindikasi Ada Permainan Proyek Akhir Tahun, Ketua Lidik Pro Parepare Akan Awasi Dengan Ketat

oleh -35 views

Parepare, Suaralidik.com – Adanya beberapa proyek di Parepare yang pengerjaannya pada akhir bulan apalagi tercantum dalam papan proyek bahwa dalam pengawasan TP4D Kejaksaan, menuai sorotan Lidik Pro Parepare. Untuk itu, Lidik Pro Parepare berkunjung ke kantor Kejaksaan Parepare untuk klarifikasi terkait hal tersebut. 12/12/2018.

Proyek Pembangunan Gedung Call Center 112 Yang Didalamnya Tercantum Pengawasan TP4D Dan Dikerjakan Pada Akhir Tahun

Lidik Pro Parepare yang diwakili oleh Ketua Lidik Pro Parepare AR. Arsyad, SH, Ketua Investigasi Lidik Pro Parepare Ismail Waru dan Sekertaris Umum/Wakil Lidik Pro Parepare Risal, ST bertemu dengan Kasi Intel Kejaksaan Parepare Amiruddin, SH diruangannya.

Arsyad kemudian mempertanyakan perihal adanya tulisan dalam papan proyek yang menyangkut TP4D yang menurutnya seakan akan proyek tersebut dibekingi oleh kejaksaan. Ia juga menyoroti adanya beberapa proyek ratusan juta hingga milyaran rupiah yang dikerjakan pada akhir tahun.

Arsyad juga mensinyalir adanya indikasi permainan ULP dengan pelaku kontraktor dimana proyek proyek yang dikerjakan akhir tahun ini sama persis dengan proyek-proyek yang dikerjakan akhir tahun lalu. Proyek proyek ini dikerjakan oleh pelaku yang sama (anak mantan bupati) dan orang dekat Walikota, yang khusus mengerjakan proyek pilihan (pelaksana patung kuda) hanya menggunakan nama perusahaan yang lain.

Proyek Taman Syariah Yang Dikerjakan Akhir Tahun

Beberapa proyek proyek tahun lalu seperti Pasar Sumpang, Jembatan Riverside Tonrangeng yang juga dikerjakan pada akhir tahun lalu itu terindikasi merupakan pelaku yang sama dengan proyek proyek akhir tahun ini seperti proyek bangunan 112 dan proyek taman syariah. Yang lucunya ULP seakan dengan enteng menetapkan jangka waktu pelaksanaan yang secara akal sehat tidak memungkinkan dapat menyelesaikan pekerjaan.

Ketua LIDIK PRO Parepare, meminta kepada TP4D, agar mengetatkan pengawasan pada termint akhir tutup tahun ini. Karena kemajuan baru mencapai 30%, dan 70% merupakan ambang perhitungan denda 1/1000 mil/ hari.

Ini perlu pengawasan khusus dan Lidik Pro Parepare akan mengawasi ketat jalannya proyek tersebut. Volume proyek sesuai catatan laporan baru berkisar 30%. Sedang masa pengerjaan hanya 50 sampai 74 hari kerja.

Terkait denda akibat melewati masa kerja, Ketua Lidik Pro menegaskan bahwa kebiasaan seperti itu merupakan kebiasaan buruk dan jangan dijadikan sebagai ladang untuk berbuat salah. (RIS/AD).