banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Terkait Dugaan Pungli Kades Botungobungo Gorut, Arpan Kecewa Sikap Ketua Kelompok

Arpan Usman
Foto : Anggota kelompok tani Karya Baru, desa Botungobungo, kecamatan Kwandang, kabupaten Gorut, Arpan Usman,(foto istimewa).

GORUT, Saralidik.com – Anggota kelompok tani Karya Baru, desa Botungobungo, kecamatan Kwandang, kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Arpan Usman (31) merasa kecewa atas sikap ketua kelompoknya yang dinilai tidak komitmen dengan pernyataan sebelumnya.

Arpan menegaskan bahwa kekecewaannya bermula usai membaca salah satu berita online, dimana ketua kelompok tani Karya Baru, Eman Angi membantah adanya dugaan pungli benih jagung yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Botungobungo.

banner 728x250

“Saya merasa kecewa dengan klarifikasi ketua kelompok saya yang membantah dugaan pungli Kades Botungobungo. Dalam berita ketua kelompok tidak membenarkan pungutan yang terjadi,” tegas Arpan kepada media ini via telepon, Kamis 18/06/2020.

“Padahal sebelum adanya benih jagung ketua kelompok telah meminta uang 20 ribu rupiah kepada kami anggota, yang katanya diperuntukan penjamuan orang dinas yang akan datang menyerahkan bantuan benih. Dan saya memberikan uang itu,” sambung Arpan.

Arpan menjelaskan saat ketua kelompok melakukan pungutan uang, telah terjadi perdebatan antara anggota. Dan ketua kelompok mengatakan bahwa Kades juga meminta 2 sak benih jagung di setiap kelompok yang akan menerima. Arpan mengaku ada 5 kelompok yang akan diterimakan saat itu.

“Ketua kelompok mendatangi saya untuk berkoordinasi tentang benih yang diminta oleh Kades tampa alasan. Saya bertanya apakah yang akan diminta ini semua kelompok? Kata ketua iya,” jelas Arpan.

“Saya menyarankan ketua kelompok untuk membicarakan hal ini dengan anggota kelompok lainnya, jika mereka iya ya silahkan,” tutur Arpan.

Saat dugaan pungutan liar (Pungli) Kades tersebut viral di media, lanjut Arpan, pemerintah desa langsung mengadakan rapat klarifikasi terkait pemberitaan itu yang dihadiri oleh pihak PPL dan Dinas Pertanian Gorut.

“Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa, namun sangat disayangkan yang diundang hanya ketua-ketua kelompok sementara anggota tidak. Ini yang menjadi pertanyaan besar buat saya,” kata Arpan.

“Kalau pingin jelas seharusnya pemerintah desa mengundang seluruh ketua dan anggota untuk dimintai klarifikasi,” lanjut Arpan.

“Kalau pungutan itu dibantah dan tidak benar, maka dikemanakan 2 sak benih  jagung yang dipungut oleh ketua yang konon katanya atas permintaan Kades? tanya Arpan.

Ditempat terpisah ketua kelompok tani Karya Baru desa Botungobungo, Eman Angi melalui via telepon membenarkan seluruh pernyataan anggotanya Arpan Usman.

“Uang 20 ribu rupiah diperuntukan untuk penjamuan petugas dari dinas yang akan datang menyerahkan bantuan benih jagung. Sementara untuk 2 sak benih juga itu benar, saya sendiri yang menyerahkan langsung kepada Kades,” terang Eman.

“Sesuai penyampaian Kades bahwa benih itu bukan untuk dia tapi untuk warga yang tidak terkaver di kelompok. Setelah saya serahkan, saya tidak tau menahu kalau benih itu diserahkan ke siapa,” ucap Eman.

Namun Eman menyesalkan atas pemberitaan salah satu media online yang mengatasnamakan dirinya, bahwa ia selaku ketua kelompok tani memberikan penyataan membantah dugaan pungli yang dilakukan oleh Kades Botungobunga.

“Selama rapat klarifikasi itu saya tidak sedikitpun memberikan keterangan. Saya datang diam, mendengar dan pulang saat selesai rapat,” tutup Eman.(TR/06).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.