Terkait Kasus BLU SPAM Gorut, Kejari Akan Segera Tetapkan Tersangka

oleh -
Kantor Kejari Gorut
Foto : Kantor Kejari Gorut,(foto Indra/Suaralidik.com).

GORUT, Suaralidik.com – Sempat molor bertahun-tahun, akhirnya Kejaksaan Negri (Kejari) Gorontalo Utara (Gorut) akan segera menetapkan tersangka pada kasus Badan Layanan Umum Daerah Sarana Pelayanan Air Minum (BLU SPAM) Gorut.

“Perkara itu sementara dalam proses penyidikan, Inshaallah dalam waktu dekat kita akan melakukan pres tentang perkara ini. Ya mudah-mudahan dalam dekat ini kita sudah akan menetapkan tersangkanya,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Gorut, Ruly Lamusu kepada media ini diruang kerjanya, Jumat 31/01/2020.

“Sudah ada beberapa saksi kita mintai keterangan, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Ridwan Yasin yang saat itu masih Kabag Hukum. Kurang lebih sudah 16 orang yang kita periksa, dan kita telah memperoleh barang bukti tentang pengelolaan keuangan BLU SPAM,” sambung Kasi Pidsus.

Ruly Lamusu mengatakan, dalam perkara UPTD atau BLU SPAM ini Kejaksaan merasa isi SK peraturan Bupati untuk organisasi BLU SPAM itu menyebutkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Jadi pengelolaan keuangan harus merujuk pada dinas diatasnya, yaitu dinas Pekerjaan Umum (PU). karena Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ada disitu.

“UPTD BLU SPAM tidak punya kewenangan untuk melakukan pencairan atau melakukan penggunaan tentang keuangan, baik dengan aturan BLU. Kalau BLU, dia memiliki fleksibilitas untuk penggunaan keuangan serta layanan jasa air dan lain-lain. Karena dia mengelola keuangannya dengan ambang batas 15 persen,” kata Ruly Lamusu.

“Ini lain, di satu sisi dia menyebut UPTD di sisi lain dia menyebut BLU, tapi BLUnya disamarkan Balai Layanan Umum. Kalau dari keterangan ahli yang telah kami mintai pendapat, itu mengatakan bahwa itu tidak boleh karena sifatnya UPTD. Maka pengelolaan keuangannya harus merunduk pada dinasnya. Jadi sifatnya, ada uang yang harus dicairkan dari APBD, karena dia punya anggaran sendiri,” tambah Ruly.

Dirinya juga mengungkapkan, Kejaksaan menemukan beberapa proyek yang fiktif dalam kasus tersebut.

“Kita juga temukan ada sumber jasa air yang masuk tapi tidak tercatat. Dan Juga ada beberapa pekerjaan fisik yang diduga fiktif. Karena ini sifatnya pengelolaan ada di BLU, maka kita masih melakukan formulasi di BLU SPAM,” tutup Ruly.(TR/04).

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60