banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Terkait Meninggalnya Andi Patta Lolo, Kuasa Hukum Keluarga Korban Menggelar Konferensi Pers

Kuasa Hukum Keluarga Korban Almarhum Andi Patta Lolo, Warga Binaan Lapas Bollangi Kelas II A Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Melakukan Konferensi Pers, di Eran Co Cafe, Jalan Boulevard (Topaz) Panakukang, Jumat (17/12/2021).

Makassar, SuaraLidik.com – Kasus kematian warga binaan Lapas Bollangi kelas II A Sungguminasa Kabupaten Gowa, Andi Patta Lolo (35) alias Andol yang telah meninggal dunia dalam perjalanan saat di jemput oleh Satuan Narkotika Polda Sulsel pukul 14:51 Wita, Rabu 15 November 2021, untuk melakukan pemeriksaan dan pengembangan, menjadi perhatian publik.

Korban Andi Patta Lolo alias Andol merupakan warga binaan Lapas Bollangi yang harus menjalani hukumannya selama 15 tahun penjara, akibat penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pinrang.

Menindaklanjuti kasus kematian Andi Patta Lolo yang meninggal dunia saat dibawah untuk pemeriksaan dan pengembangan kasus, selaku Kuasa Hukum keluarga korban menggelar Konferensi pers di Eran Co Cafe, Jalan Boulevard (Topaz) Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (17/12/2021).

Dalam Konferensi Persnya, Abduh Ketua LBH IWO bersama Ricky Reski A, SH, selaku Kuasa Hukum keluarga korban, menjawab pertanyaan soal kematian kliennya. Diawali dari peminjaman napi binaan Lapas Bollangi yang sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada pihak keluarga, sehingga saat mendengar berita kematian dari korban, tentunya pihak keluarga histeris dan sangat terpukul terhadap kejadian ini.

Lanjut Abduh menjelaskan, beredarnya foto korban saat penjemputan yang berdiri dan dalam keadaan sehat walafiat, kemudian saat jenazah dilihat ternyata ada begitu banyak luka lebam di tubuh korban, sehingga kami menduga keras adanya tindakan kekerasan yang terjadi kepada korban.

“Melalui Konferensi Pers ini, kami menyampaikan dengan tegas bahwa, kami mengecam tindakan yang terjadi kepada korban dan meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Kapolri, dan khususnya Kapolda Sulawesi Selatan, agar secara cepat mengusut tuntas kasus ini,” jelas Abduh.

Selain itu, hal senada juga di sampaikan Ricky Reski A, SH, selaku Kuasa Hukum keluarga korban, meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM dan jajarannya untuk melakukan evaluasi kepada petugas Lapas. Di saat kejadian di Lapas Bollangi sejak korban dibawa keluar oleh pihak kepolisian, apakah hal tersebut sudah sesuai dengan SOP yang ada. Kemudian berdasarkan informasi yang kami terima tidak ada pengawalan yang dilakukan terhadap korban.

“Kami khawatir apabila kasus ini tidak diusut dengan maksimal, Instansi Lapas Bollangi dan kepolisian akan kehilangan kepercayaan selaku pengayom dan penegak hukum di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ade Indrawan saat di konfirmasi melalui via WhatsApp mengatakan, membenarkan perihal kematian warga binaan lapas tersebut.

Menurut Kombes Ade, peminjaman warga binaan Lapas yang di lakukan pihak Polda tersebut dalam hal kepentingan pengembangan kasus narkotika yang terjadi sebelumnya, dan di tangani Ditresnarkoba Polda Sulsel.

“Untuk mengetahui penyebab kematian korban, kita masih menunggu hasil autopsi dari Biddokkes Polda Sulsel,” jelasnya.

Kombes Ade mengatakan, pihaknya akan berkomitmen sesuai arahan Kapolri, jika dalam hasil penyelidikan terbukti ada oknum aparat yang bertindak di luar SOP terkait penanganan warga binaan Lapas Bollangi, maka akan di tindak sesuai kode etik kepolisian.

“Pasti kita tindaki, itu komitmen Kapolri dan Polda beserta jajaran, apabila ada aparat yang betugas di luar SOP, maka kami tidak akan mentolerir kesalahan dalam bertugas,” pungkasnya.