Terkait Mutasi 161 ASN Di Takalar, Ini Kata Wasek Resimen 22

oleh

SUARALIDIK.COM, Takalar – Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Takalar, Nomor 824/30/BKPSDM-MTG/I/2018 dan Surat Keputusan Bupati Takalar, Nomor 824/31/BKPSDM-MTG/I/2018, hari ini Mutasi ASN yang berasal dari golongan I, II, III dan IV di Takalar.(15/1/2018)

Foto : Wakil Sekretaris Resimen 22 (R22) Jamaluddin Ago / jago bersama Bupati Takalar H. Syamsari Kitta, S.Pt.,MM

Terdapat 161 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Takalar yang dimutasi. Mutasi tersebut dilakukan karena adanya perubahan aturan yang sebelumnya dari eselon IV kemudian beralih ke Non Eselon.

Saat awak media meminta keterangan kepada Wakil Sekretaris Resimen 22 Jamaluddin Ago,S.Ag terkait mutasi tersebut, mengungkapkan bahwa mutasi ini harus dimaknai melalui tiga aspek, tegasnya.

Sambungnya lagi, bahwa ketiga aspek itu adalah Pertama untuk menguji loyalitas. Yakni sejauh mana Anda dapat membuktikan diri sebagai abdi negara yang terikat sumpah jabatan, yaitu siap ditempatkan di mana saja dalam wilayah NKRI. “Bukankah Polut,Marbo, dan yang lain juga adalah tetap wilayah Takalar?,” katanya Jamaluddin Ago yang juga akrab disapa Ustad JAgo.

Kedua mutasi sebagai pola pembinaan untuk mendisiplinkan para ASN. Boleh jadi ketika dahulu ada ASN yang bertugas di dekat rumahnya tapi justru malas atau tidak disiplin. “Inilah upaya penerapan sanksi,” jelasnya.

Ketiga mutasi sebagai ajang promosi jabatan. Sebagai ASN sejati, mestinya siap dengan jabatan apapun dan sadar bahwa dirinya dibutuhkan pada posisi itu untuk memperbaiki keadaan yang tidak dimungkinkan dilakukan oleh orang lain.

Boleh jadi, Bupati berpandangan bahwa hanya dia yang bisa diharapkan diposisi itu. “Misalnya dulu dia di sekolah A, lalu dimutasi ke sekolah B padahal selolah B itu rusak atau apalah. Nah, Bupati menilai orang itu sanggup memperbaiki keadaan menjadi lebih nyaman,” kata Ustad Jago yang juga adalah Sekretaris Umum Forum Pemerhati Galesong (FPG) itu.

Karena itu tegasnya, bahwa selayaknya semua orang harus menghormati hak prerogatif yang melekat pada Bupati/ Wabup Takalar, tutup JAgo.(Kemal)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama