Terkait Penggunaan Anggaran Dana Desa, Begini Harapan Pemuda Kepada Kepala Desa Singa Kecamatan Herlang

oleh
Photo : Adam adrian, salah seorang Pemuda Desa Singa mengharapkan Kepala Desa Singa Tranparansi terhadap penggunaan Dana Desa

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Karang rang taruna adalah satu-satunya lembaga kepemudaan nasional yang merupakan wadah berkreasi bagi seluruh pemuda di indonesia.

Salah satu pemuda desa singa kecamatan Herlang,  Adam Adrian selaku ketua karang taruna mengaku setiap kegiatan kami dikarang taruna itu tidak pernah Ada bantuan Yang bersumber dari dana desa padahal anggaran kepemudaan setiap desa sangat jelas dikucurkan setiap tahun dalam alokasi dana desa (ADD) sekitar 10% dari ADD pertahun.

“Seharusnya pemerintah kepala desa bekerja maksimal dalam mengaktifkan kembali karang taruna desa agar pemuda di desa singa bisa produktif dalam berkreasi mengigat karang taruna adalah wadah buat pemuda di republik ini guna mewujudkan tanggunh jawab sosial setiap generasi muda,” ucap Adam adrian, Sabtu (25/08/18).

Diakuinya, kepala desa terkesan tidak peduli (tidak mensupport) dengan karang taruna desa singa.

“Buktinya mulai tahun pertama menjabat sebagai kepala desa, itu tidak pernah ada bantuannya sama sekali Yang bersumber dari Dana desa.

Iapun mempertanyan, anggaranya dikemanakan saja padahal pengalokasiannya sudah sangat jelas pertahun.

“Saya sebagai pemuda di desa singa menantang kepala desa singa untuk transparan dan menghadirkan dokumentasi kegiatan atas penggunaan anggaran kepemudaan setiap tahun berdasarkan UU No. 9 tahun 1998 tentang transparansi publik,” tegasnya.

Adam juga menambahkan bahwa bukan hanya anggaran kepemudaan Yang menjadi polemik namun Ada beberapa hal juga Yang menjadi indikasi permainan anggaran Dana yaitu perintisan jalan tani, iya saya indikasi Ada permainan karena setiap pekerjaan jalan tani itu tidak pernah Ada papan proyeknya, seolah volume anggaran setiap kerjaan itu ditutup tutupi.

“Jangan sampai ada indikasi manipulasi dalam laporan pertanggung jawaban (LPJ) yang akhirnya mengindikasi kerugian negara,” pungkas Adam adrian. (***iswanto)