Terkena Hantaman HT Oknum Polantas, Duguaan Penyebab Zainal Tewas Saat Hindari Operasi Zebra di Bulukumba

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Publik Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Kembali gempar setelah salah seorang warga bernama Zainal (19), Asal Kelurahan Lembang, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba meninggal dunia pada Minggu (5/11/17). Zainal diduga mendapat tindakan penganiayaan oleh salah seorang oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) lantaran menghindari operasi zebra yang saat itu digelar Polisi Lalu Lintas Bulukumba, di Area Tabuttu, Kelurahan Kalumeme, Ujungbulu, Bulukumba.

Informasi yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian resor (Polres) Bulukumba menyebut telah melakukan penyelidikan kepada rekan Zainal (Alm) bernama Agus (20). Agus saat itu diketahui berboncengan dengan Korban hendak ke kota Bulukumba menyaksikan Event Road Race.

Ia mengemudikan Sepeda Motor dengan menggunakan Helm Pengaman, Sedangkan Boncengannya (korban) tidak menggunakan Helm.

Ketika berada di Jl. Poros Kalumeme, Ujung Bulu Ia melihat Ada Razia Polantas, Sehingga Langsung memutar Arah kendaraannya, saat memutar kendaraannya Ia sempat dihadang oleh beberapa orang polantas. Ia kemudian melaju kan kendaraannya dan berhasil melawati 2 anggota lantas yang berusaha memberhentikannya.

Kurang lebih 300 meter dari lokasi Razia yakni di dekat Jembatan Kalumeme, masih ada seorang Anggota Lantas AN (Inisial) yang berusaha menghentikannya dengan mengacungkan sesuatu. Karena Kaget, Ia mengira diacungkan Pistol, kemudian Agus menambah kecepatan kendaraannya, sambil menunduk menghindari anggota Lantas. Kemungkinan korban tidak menunduk sehingga kepalanya ( bagian Pelipis ) terkena benda yang dipegang Anggota Lantas, karena Ia sendiri tidak mengetahui pasti.

Setelah itu, ia dan korban Kembali ke Rumah, namun sampai di rumah, korban tiba-tiba Muntah, dan pingsan sehingga dibawa ke Puskesmas dan selanjutnya di bawa Ke RSUD Bulukumba dan dirujuk ke RS Faizal Makassar hingga akhirnya meninggal dunia.

Agus mengetahui bahwa Kepala (Pelipis Kanan) Korban Terkena benda yang dipegang Polantas. karena Korban sempat menyampaikan bahwa kepalanya kena Pukul Anggota yang menghadang di dekat jembatan.

Sementara, dari keterangan AN (inisial Oknum Polantas berpangkat Bripka), setelah dilakukan pemeriksaan mengatakan saat berlangsungnya razia, ia melihat dari arah depan pengendara motor dengan kecepatan tinggi yang telah melewati 2 personil lantas yang diberhentikan namun tidak mau berhenti, sehingga ia berusaha memberhentikan dengan memberikan isyarat serta perintah untuk berhenti.

Dia memberikan isyarat dengan menggunaakan tangan kanan sambil memegang Handy Talki (HT). Pengendera sepeda motor tersebut berhasil melewatinya namun, tangannya disambar oleh pengendara sepeda motor tersebut sehingga mengakibatkan HT yg dipegangnya terjatuh.

Mengetahui hal tersebut, Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Siregar mengatakan siap bertanggung jawab.

“Saya di rumah duka dan meminta maaf atas nama Kapolres. Kejadian adalah musibah tidak ada niat dari anggota untuk jadi seperti ini. Kapolres akan bertanggung jawab,” tegas AKBP Muh Anggi Siregar saat di rumah duka. Minggu (5/11/17) malam.

Kapolres Bulukumba, AKBP Muh Anggi Siregar saat di rumah duka korban dugaan penganiayaan oknum anggota Polantas.

Saat ini diketahui, jebazah Zainal di semayamkan di ruma duka dan rencananya akan di makamkan esok hari di Kabupaten Jeneponto.

“Besok kami kawal sampai pemakaman, silahkan masyarakat kawal juga,” tandas Anggi. (Ar/ *)