Terlalu!!!! Manajemen Bank Danamon Sungguminasa Gowa Tipu Nasabah Sendiri

oleh
Nasabah Bank Danamon Sungguminasa Gowa,Hj.Ramlah Binti Paramma yang merasa ditipu oleh manajemen Bank tersebut/DOK.SUARA LIDIK.com

SUARALIDIK.com,TAKALAR-  Kekecewaan cukup mendalam dialami seorang debitur Bank Danamon Cabang Sungguminasa Gowa. Hal itu disebabkan pihak bank melelang agunan berupa tanah dan bangunan rumah makan senilai Rp 400 juta, padahal nilai pembiayaan macet debitur tersebut sebesar Rp 178 juta.

Ditemui SuaraLidik.com, Minggu (7/8/2016) di kediamannya di Dusun Tala-Tala Desa Bonto loe Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Hj.Ramlah Binti Paramma, mengaku kecewa kepada Bank Danamon Cabang Sungguminasa Gowa yang dinilai tidak professional dalam melayani nasabah.

“Sejak awal kita menganggap bank Danamon itu lebih baik dari bank lainnya. Tapi kenyataannya, akibat kredit macet karena usaha yang dirintis suami sedang kurang lancar, pihak bank malah melelang jaminan pinjaman. Padahal kami berusaha untuk menebus agunan kami”, ungkap Ramlah yang didampingi Sekertaris DPW LSM Lidik Sulsel,Muh.Darwis.

Dijelaskan Ramlah, pada awalnya mereka mengajukan pinjaman di Bank Danamon Sungguminasa sebesar Rp 225 juta dengan masa pengembalian selama lima tahun dan pembayaran cicilan berjalan lancar. Namun pengembalian pinjaman sempat tersendat akibat usaha suaminya macet.

“Yang kita sesalkan, bank Danamon selaku mitra usaha yang seharusnya membina pengusaha, ini malah membinasakan usaha yang sedang berjalan,” tuturnya.

Kebijakan Bank Danamon yang melelang atas barang jaminan berupa Rumah yang terletak di Tala Tala tersebut dengan harga Rp 400 juta yang ditentukan Bank Sumut Syariah tanoa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu.

Ramlah mengaku mengetahui rumahnya tersebut telah dibeli dengan cara di lelang oleh Bank Danamon melalui Balai Pelelangan Makassar dari kerabatnya yang menyampaikan bahwa rumah yang ditempatinya tersebut telah dibeli oleh seorang anggota DPRD Gowa. Tidak percaya dengan penyampaian kerabatnya,Ramlah bersama suami pun mengecek di Balai Lelang Makassar dan memang benar rumahnya telah dibeli dengan jalan di lelang oleh pihak Bank Danamon.

“Karena tidak wajar, kami melakukan perlawanan pembatalan lelang eksekusi atas hak tanggungan tersebut”, jelasnya.

Sebelum dilakukan lelang, Ramlah mengaku sempat meminjam uang Rp 50 juta kepada keluarga untuk membayar utang kepada bank agar jaminan itu tidak lelang

Namun pihaknya menemui hasil negatif dan pihak bank tidak mau menerimanya. Bahkan Pimpinan Cabang Bank Danamon Sungguminasa terkesan marah saat dihubungi melalui telepon.

“Pihak Bank Danamon tidak mau menerima niat baik saya untuk membayar, katanya sudah masuk tahap pelelangan, nilai pinjaman saya sisa Rp 130 Juta ditambah denda sebesar Rp 178 Juta yang akan kami bayar setelah sawah kami terjual” ujar Ramlah.

Parahnya, lanjut Ramlah pihak Bank Danamon tidak pernah memberikan penyampaian atupun membuat pengumuman di rumahnya jika rumah miliknya tersebut dalam pengawasan dan hanya dilelang satu hari langsung ada pemenangnya

“Itu yang kami herankan, mengapa baru satu hari dilelang terus sudah ada pemenangnya, lucunya pihak bank tidak membuat pemberitahuan (pengumuman) dengan melakukan tulisan di lokasi rumah dan lokasi tersebut dalam pengawasan bank,” tuturnya dengan nada kesal.

Sekretaris DPW LSM Lidik Sulsel,Muh.Darwis mengatakan, meski semuanya sudah berjalan sesuai dengan SOP, namun pihak bank diduga telah melanggar asas kepatutan.

“Kita sangat menyayangkan tindakan tersebut, walaupun di lelang tetapi harganya sangat murah dan mengapa sudah ada pembelinya dalam satu hari pelelangan dan harganya juga terlalu murah, ada apa dengan ini ?,” tanya Darwis

Dengan ketidakpuasan ini, Darwis mengaku akan mendampingi keluarga pihak debitur untuk melakukan gugatan kepada Bank Danamon Sungguminasa Gowa dengan tuntutan Penipuan dan Pembodohan terhadap nasabah, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Makassar. (aatj/darwis/SuaraLidik)

Hj.Ramlah Binti Paramma didepan kediamannya yang telah dilelang oleh pihak Bank Danamon Sungguminasa Gowa
Hj.Ramlah Binti Paramma didepan kediamannya yang telah dilelang oleh pihak Bank Danamon Sungguminasa Gowa /DOK.SUARALIDIK.com