Terseret Isu Pungli, Begini Komentar Sekretaris Dinas Pendidikan Bolmong Selatan

oleh

Bolmong Selatan, suaralidik.com–Slogan “stop pungli” menjadi andalan pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang saat ini dikomandoi oleh Herson Mayulu selaku Bupati.

Sayangnya, slogan tersebut kemudian dipertanyakan seiring dengan munculnya isu yang mengemuka akhir-akhir ini. Pemicunya bermula dari salah satu dinas SKPD Bolmong Selatan yang diduga melakukan pungutan terhadap setiap tenaga kontrak daerah di Dinas Pendidikan.

Menurut sumber yang tidak ingin namanya disebutkan, setiap menerima gaji honor para pegawai kontrak harus menyetor uang ke salah satu oknum pejabat yang ada di Dinas Pendidikan.

“Ada yang kasih 50 ribu sampai 100 ribu” ujar narasumber yang ditemui tim Suara Lidik pada rabu (13/12).

Padahal menurut dia, Wakil Bupati seringkali mengingatkan bahwa semua honor yang diterima oleh semua Tenaga Kontrak Daerah harus utuh tanpa potongan.

Isu ini dibantah oleh instansi terkait. Melalui Sekretaris Dinas, Iswan Lupojo, diperoleh keterangan bahwa tidak ada pungutan seperti yang disebutkan oleh narasumber sebelumnya.

“Kami tidak pernah melakukan pungutan kepada seluruh tenaga kontrak daerah yang bernaung di Dinas Pendidikan Bolsel ini, dalam bentuk apapun.” Terang Lupojo.

Ia pun menambahkan, setiap tenaga honor di lingkungan Dinas pendidikan, memiliki nomor rekening masing-masing. Hak honorarium mereka diambil sendiri melalui rekening tersebut.

“Jadi bagaimana mungkin kami melakukan pungutan, sementara uang honor mereka ambil sendiri di bank?” Lanjut Lupojo.

Terakhir, Lupojo menjelaskan bahwa yang diterima oleh Dinas Pendidikan hanyalah daftar hadir honor yang ada di sekolah. Daftar itulah yang akan menjadi syarat bahwa mereka (honorer. red) benar-benar bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan baik. (HS)