iklan banner pemrov sulsel
Banner PDAM Makassar

Tertahan Selama 21 Hari di Makassar, Kini 24 PMI Asal NTT Dipulangkan Via Bira Bulukumba

waktu baca 2 menit
25 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dideportasi dari Tawau Malaysia pada 3 Juni 2020 lalu

Bulukumba – Sebanyak 24 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dideportasi dari Tawau Malaysia pada 3 Juni 2020 lalu akan dipulangkan ke daerahnya pada Kamis (25/6/2020) melalui pelabuhan Bira Bulukumba.

Diketahui, mereka tertahan di kota Makassar sejak 5 juni 2020 akibat tidak adanya akses transportasi laut dan udara ke pulau Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya diberitakan, pemulangan 24 Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportan Malaysia Asal Nusa Tenggara Timur ke daerahnya masing-masing via pelabuhan Bira kabupaten Bulukumba- Marappokot NTT pada Jumat (18/6/2020) pekan lalu namun ditunda akibat cuaca buruk.

Baca Juga: Breaking News: Pemulangan 24 PMI Asal NTT Via Bira Bulukumba Ditunda, Ini Alasannya

Menurut Kepala Unit Pelaksana Tugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Makassar, Moch Agus Bustami menjelaskan,”pemulangan mereka di jadwalkan kembali dan hari ini (Baca; Kamis (25/6/2020) mereka sudah berada di pelabuhan Bira Bulukumba,” jelas Agus Bustami kepada suaralidik.com.

Agus Bustami menambahkan kalau 24 PMI itu akan diberangkatkan ke NTT melalui pelabuhan bira dengan rute Bira-Jampea kemudian ke Marapokot menggunakan KM Sangke Pallangga.

“Insya Allah sebentar mereka sudah diberangkatkan, Kami bersama dengan teman-teman Lidik Pro mengantar langsung ke pelabuhan bira. Mereka akan dipulangkan melalui pelabuhan bira menggunakan KM Sangke Pallangga yang akan ke Marapokot,” tambahnya.

Pantauan media, sebelum tiba di pelabuhan bira, rombongan Pekerja Migran Asal NTT itu sempat singgah di sekretariat DPC Lidik Pro Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba yang terletak di warkop Salemba.

Diketahui, 24 PMI asal NTT itu tiba bersamaan dengan PMI lainnya sebanyak 240 PMI dari berbagai provinsi di pelabuhan Nusantara Parepare pada 5 Juni 2020 menggunakan KM Thalia Express. (*DRW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *