,

Terungkap Sindikat Dokumen Kependudukan di Bantaeng   Lidik Pro : Tangkap Pelakunya !

oleh
Photo : Dokumen made in Disdukcapil Bantaeng ini disinyalir aba-abal NIK atas nama orang lain

BANTAENG, Suaralidik.Com – Tanda awas bagi penegak hukum. Diam-diam Sindikat dokumen kependudukan di Kabupaten Bantaeng diduga kuat tumbuh subur.

Konon ‘Dokumen negara’ abal-abal itu telah diproduksi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Oleh si empunya dokumen  telah digunakan untuk kepentingan sebagai Calon Tenaga Kerja Indonesia.

Terbongkarnya dokumen kependudukan ‘made in Dukcapil Bantaeng’ itu berawal ketika Rusdi akan mengurus surat pindah penduduk.

Betapa kagetnya Rusdi, sebab Nomor Induk Kependudukannya oleh operator disebutkan bukan atas nama Rusdi. Tapi orang lain. Maka, surat pindah tak dapat diproses.

Rusdi sendiri heran, sebab dia sudah menggunakan KTP nya ketika kerja ke Luar Negeri. Bahkan Paspor pun bisa terbit.

“Tapi kenapa, begitu saya mau urus pindah penduduk, NIK di KTP dan KK ternyata orang lain?,”kata Rusdi keheranan.

Rusdi lalu membeber proses terbitnya dokumennya itu. Konon,  beberapa tahun lalu dirinya diuruskan oleh salah Satu pengurus yang membawanya ke Malaysia dengan bayaran total senilai 3000 Ringgit Malaysia.

Rusdi tak tahu menahu  kalau semua dokumen kependudukan miliknya itu adalah hasil dari sebuah kejahatan.

Niatnya hanya mau kerja di Malaysia itu ternyaya  dimasukkan dengan cara non-prosedural atau pergunakan paspor pelawat atau melancong.

Hasil investigasi Lidik pro pada Disdukcapil kabupaten Bantaeng menemukan adanya indikasi kuat kejahatan oleh oknum yang bekerjasama dengan pengurus CTKI dengan Disdukcapil kabupaten Bantaeng.

“Harus diusut tuntas. Disamping itu terjadi pemalsuan data penduduk yang berpotensi terjadinya kemudahan transaksi penjualan manusia atau TKI ke Malaysia,”kata Sekjen DPP Lidik Pro, M Darwis.

Darwis mengimbau Bupati Bantaeng untuk tidak membiarkan sindikat ini merajalela. Bahkan Bupati diminta  mengevaluasi kinerja Disdukcapil kabupaten Bantaeng.(***DRWS)