Tiba Musim Tanam Mesin Disel Malah Tak Beroperasi, Ini Penyebnya

oleh

Aktifitas antrian pengisian BBM disalah satu SPBU di Gorontalo,(foto Arfandi).

Gorontalo, Suaralidik.com – Pasokan  Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dirasakan mulai dikurangi di sejumlah  Stasiun Pengisian  Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah  Provinsi Gorontalo.  Akibatnya para petani dan nelayan yang akan mengoperasikan mesin dieselnya terhambat. Jum’at (09/11/18)

Sulitnya mendapatkan BBM jenis solar dibeberapa SPBU di wilayah Gorontalo, itu diungkapkan  salah satu petani yang ada diwilayah  Kabupaten Bone Bolango, Haris Pakaya mengatakan, kelangkaan BBM jenis solar ini mulai dirasakan sejak akhir bulan oktober lalu, mereka kewalahan mencari jenis BBM solar ini untuk kebutuhan mesin disel mereka.

“Hal ini kami sudah rasakan sejak akhir bulan kemarin, solar mulai langka namun sebaliknya ketika solar itu ada, maka tidak menghitung lama solar itu langsung ludes, karena dengan banyaknya orang yang mengambil solar ini apakah dia memang benar petani atau nelayan iu kami tidak tau,” ungkapnya.

Sementata ia juga menambahkan, BBM Jenis solar ini sangat mereka butuhkan karena saat ini mrupakan musim penghujan atau musim dimana seluruh petani itu mulai melakukan pengarapan lahan

“saat ini kami sangat butuh solar, karena mau tidak mau saat ini merupakan musim tanam, jadi kami harus melakukan pembajakan lahan kami, nah ketika tidak ada solar maka mesin disel kami tidak bisa beroprasi,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan oleh salah satu nelayan, Suge Ahmad misalnya, bahwa BBM jenis solar ini sangat iya butuhkan setiap hari untuk pergi melaut.

“Karena kalau tidak ada solar saya tidak bisa melaut, sedangkan pendapatan saya hanya dari melaut. Bahkan sebelumnya solar ini sangat mudah didapatkan, hanya dengan membawa surat keterangan dari kecamatan kami sudah memperoleh solar ini, namun hari ini untuk mendapatkan solar itu  sangat rumit dan susah karena harus mengantongi izin dari dinas Provinsi terkait, kami mengangap hal ini sangat mengusahkan kami sedangkan kami banyak pekerjaan yang harus dikerjakan,” lanjutnya.

Ia menambahakan, yang lebih parahnya lagi kami melihat banyak pihak SPBU yang tidak adil dan main “saya katakan tidak adil karena banyak yang mengandalkan orang dalam, biasanya siapa yang punya kenalan di SPBU maka itu yang diprioritaskan, apa lagi kami juga sering mendengar banyak pihak SPBU yang dibayar untuk mengisi Mobil, Jirigen hingga drum jadi kami sudah tidak dapat bagia lagi,” tambahnya.

Sales Executive Retail VII Pertamina Gorontalo, Imam Riski Arianto, saat dikonfirmasi berkomentar singkat terkait masalah ini, ia mengatakan bahwa hal ini akan di tidak lanjuti, “terimakasih, segera akan kami tindaklanjut dan ketika terbukti akan diberikan sangsi,” katanya

“Tidak ada pengurangan BBM jenis Solar, untuk pembelian jerigen Petani dan Nelayan hanya dilayani jika menggunakan surat rekomendasi dari dinas terkait,” imam menandaskan menandaska.(***Arfandi Ibrahim).