Tidak Ada Obat Puisi Darah Mimpi

oleh

Ketika mimpiku menghilang, lantas aku terjaga dari tidur panjang, satu hal yang pasti aku lihat.

Obat

Kubuka almari, kutemui obat di dalamnya.
Aku merogoh saku kemeja kerja, obat bersemayam di sana.
Aku menarik laci meja kantor, lagi-lagi obat di dalamnya.
Aku membuka rasel hendak mengambil dokumen masa depan, obat terselip di sisi lembaran.
Kukupas masa lampau dalam album perjalanan denyut nadi, obat setia menemani

Aku jengah, kuusap layar gawai, mengharap pesan manis sampai, justru mendadak mataku mau lompat.

Sudahkah engkau minum obat?

Jika mampu, ingin kugigit bibir waktu yang terus menyertakan sosok pahit itu dalam hidupku.
Lucunya takdir ini, mengapa ketika aku merindukanmu tak ada obat untukku?
Bahkan ketika raga telah bersua, tetap saja tak kutemukan obat yang kuinginkan.
Mungkinkah rinduku ini gila?
Adakah obat penawar rinduku padamu?
Jika ada! Berikan kepadaku! Tunjukkan letak apoteknya akan kutebus berapa pun harganya.

 

Darah Mimpi

Magelang, 25 Agustus 2017.