Tidak AdaTenaga Medis Sama Sekali Di Desa Bonto Katute Sinjai Borong, Ini Kata Kepala Puskesmas Biji Nangka

oleh
Desa Bonto Katute
Kondisi bangunan Poskesdes Desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong Kab Sinjai yang terbengkalai, Sabtu (17/6)

Suara Lidik Sinjai,- Fasilitas bangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai yang tidak difungsikan sejak beberapa tahun lalu akibat tidak adanya tenaga medis di desa itu memang menjadi boomerang dan masalah besar buat masyarakat dan kepala desa itu sendiri.

Poskesdes Desa Bonto katute
Kepala desa Bonto Katute Muh Masri (45) saat ditemui langsung dirumahnya terkait dengan bangunan Poskesdes yang tidak bertuan lagi, Sabtu (17/6)

Bagaimana tidak, sekitar 2000 jiwa warga desa Bonto katute dari empat (4) dusun hidup tanpa tenaga medis sama sekali yang pada intinya kesehatan masyarakat di desa itu tidaklah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sinjai khususnya Dinas Kesehatan Sinjai.

Kepala desa Bonto Katute Muh Masri yang ditemui langsung di kediamannya membenarkan kalau tidak ada satu pun tenaga medis yang ada di wilayahnya dan sering kali masyarakat mengalami kesulitan yang luar biasa ketika ada musibah atau ibu-ibu yang mau melahirkan harus di antar ke Puskesmas Biji nangka yang medannya sangat sulit untuk dilalui lantaran ada lagi kebijakan bahwa ibu-ibu yang mau melahirkan harus melahirkan di Puskesmas,Pustu atau Rumah Sakit dan dibantu langsung oleh Bidan serta tidak dibenarkan lagi dibantu oleh Dukun Terlatih.

Sementara itu ada fasilitas bangunan yang dibangun sejak tahun 2010 lalu dengan anggaran capai 179 juta rupiah malah tidak difungsikan dan bahkan terkesan terjadi pembiaran saja, jelas Muh Masri dengan nada kesal, Sabtu (17/6)

Muh Masri selaku kepala desa Bonto Katute juga mengaku kalau dirinya sudah berkali-kali melakukan upaya dalam bentuk konfirmasi dan menanyakan langsung ke Puskesmas Biji nangka terkait dengan tidak adanya tenaga medis di desanya serta pemanfaatan bangunan Poskesdes itu namun hingga saat ini belum ada tindakan.

Menurut Muh Masri, Kepala Puskesmas Biji nangka  A.Sinar menyebutkan bahwa kendala utama hingga tidak ada tenaga medis di wilayah desa itu adalah kurangnya tenaga suka rela yang bisa diperbantukan di wilayah itu dan tidak ada petunjuk dari Dinas Kesehatan, , ungkap Masri yang menirukan kata-kata kepala Puskesmas Biji nangka itu.

Sementara itu Kepala Desa Bonto katute Muh.Masri menjelaskan kalau masalah tenaga suka rela yang di cari di wilayah tersebut itu benar ada yang bisa di perbantukan untuk kebidanan dan masalah faktor medan itukan biasa apa lagi seorang Dokter atau perawat sudah di sumpah bahwa siap di tempatkan di mana saja dan kapan saja.

Kalimat ‘tunggu petunjuk dari Dinas Kesehatan’  itu sangatlah lambat dan tidak masuk di akal karena seharusnya penyampaian dari bawah ke atas bukan penyampaian dari atas ke bawah, mana mungkin dari Dinas Kesehatan mengetahui kondisi dan kendala-kendala yang ada di bawah jika tidak ada laporan ditujukan kepadanya…Betul tidak…??? ” tutur Muh.Masri kepala Desa Bonto katute.

Kepala Desa Bonto Katute kecamatan Sinjai Borong beserta segenap masyarakat Dusun Coddong sangat mengharapkan agar kiranya Pemkab Sinjai dan khususnya dari Dinas Kesehatan kabupaten sinjai bisa memberikan perhatian serius dan layanan Kesehatan Msayarakat sepenuh hati tampa pamri serta Poskedes yang terletak di dusun Coddong bisa di fungsikan dan di aktifkan kembali seperti dulu dengan tenaga medis siap selalu melayani masyarakat setempat.

” saat ini musim hujan di wilayah sinjai, banyak warga yang sakit-sakitan dan membutuhkan pertolongan berupa obat-obatan ” tutur Ahmad S salah satu tokoh masyarakat desa Bonto Katute yang sempat hadir di kediaman Muh Masri bersama dengan Kepala Dusun Coddong bernama Gatta. ( Andi/bcht)