Tiga Kades PAW di Bulukumba Dilantik, Bupati: Dana Desa Jangan Dipakai Kawin Lagi

oleh

BULUKUMBA – Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengambil sumpah dan melantik tiga kepala desa (Kades) Pengganti Antar Waktu (PAW) yang baru saja terpilih di masing-masing desanya. Ketiga orang tersebut adalah Muh Tahir sebagai Kades Tanah Harapan Kecamatan Rilau Ale, Jamaluddin sebagai Kades Salassae Kecamatan Bulukumpa, dan Syamsu sebagai Kades Seppang Kecamatan Ujungloe.

Ketiga desa tersebut sebelumnya dijabat oleh Penjabat Kepala Desa (pejabat sementara) oleh karena kepala desa dari ketiga desa tersebut meninggal dunia. Kades Tanah Harapan Muh Tahir akan melanjutkan masa jabatan sebelumnya untuk periode 2013-2019. Sedangkan Kades Seppang dan Salassae melanjutkan masa jabatan periode 2014-2020.

Ratusan orang menyaksikan prosesi pelantikan kepala desa PAW ini yang berlangsung di ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (21/12). Mereka adalah keluarga dan kerabat serta warga dari tiga desa tersebut. Turut hadir menyaksikan anggota DPRD Saifuddin, Kapolres AKBP M Anggi Naulifar Siregar, Dandim 1411 Letkol ARM Sutikno dan jajaran pejabat Pemkab Bulukumba.

AM Sukri Sappewali dalam sambutannya meminta kepala desa yang dilantik untuk tetap melanjutkan rencana program yang ditinggalkan almarhum. Menurutnya kepala desa adalah ujung tombak pembangunan desa, sebagaimana Nawa cita Presiden yang membangun Indonesia dari pinggiran atau dari desa-desa. Olehnya itu, tambah AM Sukri Sappewali pihaknya pada tahun 2017 ini memberikan dana desa rata-rata 1,5 miliar per desa, bahkan tahun depan Bupati menyebut desa akan mendapatkan anggaran desa sekitar 2 miliar rupiah.

Dijelaskannya bahwa anggaran desa tersebut diperuntukan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, sehingga taraf hidup warga bisa lebih meningkat. AM Sukri Sappewali juga meminta pelaksanaan proyek di desa tidak mengambil kontraktor dari luar desa, namun memprioritaskan pekerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh warga setempat dan diberikan upah yang sesuai standar.

“Dana desa itu diperuntukkan untuk perbaikan dan pemberdayaan masyarakat desa, bukan digunakan kepala desa untuk kawin lagi,” tutur AM Sukri Sappewali yang disambut tawa oleh hadirin.

Selain itu, AM Sukri Sappewali berharap kepala desa yang baru untuk merangkul semua pihak, melibatkan partisipasi warga dalam melaksanakan pembangunan di desa, serta aktif mendorong kehidupan masyarakat yang agamais.