Tim Advokasi Paslon SK-HD Laporkan Ketua Tim Pemenangan HB-HN Terkait Pelanggaran Kampanye Di Medsos

oleh
status facebook senin 29 Nov 2016

Lidik Takalar – Tim Advokasi paslon SK-HD melaporkan tim pemenangan dari paslon HB-HN yang membuat status di medsos facebook tentang pemberian perlengkapan dan janji kepada masyarakat dalam musim kampanye.

Berdasarkan pantauan lewat sosial media facebook atas nama Hasis Sijaya ketua tim HS Community telah melakukan pelanggaran kampanye dengan memberikan perlengkapan sumur bor berupa mesin dan pipa kepada salah satu warga, melalui statusnya yang bunyinya:

“Pemberiaan bantuan mesin dan sumur bor kepada warga kurang mampu ” Asal HB-HN oppoki daeng,” ujar HS Community ” Pada hari Selasa (29/11/2016) Pukul 18.00 Wita .

status facebook senin 29 Nov 2016
status facebook hasis Sijaya senin 29 Nov 2016,Update pukul 17:19 WIta

Berdasarkan UU Pilkada pasal 73 tidak memperkenankan calon menjanjikan pemberian materi atau uang jika terpilih sebagai kepala daerah, Menjanjikan atau memberikan sesuatu dengan tujuan mempengaruhi pilihan termasuk pelanggaran kampanye.

000photo_2016-12-01_06-28-05

Berdasarkan Peraturan KPU bahwa memberikan bantuan atau transport kepada pemilih yang nilai rupiahnya di atas 25.000 itu sama saja dengan menyogok pemilih, Ini adalah suatu kampanye pembodohan sama sekali tidak mencerdaskan masyarakat.

Menurut Abdullah Hasan Ketua Tim advokasi SK-HD,program 22 SK-HD di bully di media sosial oleh pendukung mereka tapi justru mereka degan sengaja melakukan sebuah pelanggaran kampanye, padahal program SK-HD tertuang di dalam visi misi calon bupati yang telah di akte notariskan dengan bangganya mereka mengapload sebuah pelanggaran kampanye di media sosial Faceebook.

Insya Allah besok kami sudah laporkan secara resmi ke panwas pilkada takalar yang di laporkan langsung Sekertaris Tim Advokasi SK-HD Syamsu Alam dan berharap kepada panwas untuk segera memproses laporan kami tentunya dengan transparan dan harus di publikasikan progres laporan pelanggaran kami selama ini, jangan sampe public hanya menganggap panwas takalar ada lembaga mandul yang tidak kelihatan profesional kerjanya sehingga imegsnya tidak baik ” Ujar ( Abdullah Hasan Ketua Tim advokasi SK-HD).