Tim Gabungan Lakukan Sweeping, 30 Kendaraan Ditilang Tanpa Izin Trayek

oleh
Dinas Perhubungan Bersama Sat Lantas Polres Pangkep Saat Sweeping Gabungan Di Pangkep

Pangkep, Suaralidik.com – Pasca libur panjang dan arus mudik lebaran tahun 2018, tim gabungan Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkep bersama Sat Lantas Polres Pangkep melakukan sweeping kendaraan umum dan angkutan barang. Tim gabungan melibatkan puluhan personil dari Dinas Perhubungan dan satuan lalu lintas Polres Pangkep.

Seluruh kendaraan baik motor, mobil dan kendaraan angkutan barang yang melintas di ruas jalan poros Pangkep menuju Parepare maupun sebaliknya dilakukan pemeriksaan mulai dari kelengkapan dan surat berkendara, dimensi dan spesifikasi teknik kendaraan hingga muatan serta izin trayek dan keur, ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkep Hasan Abbas melalui Kepala Bidang Kesalamatan transformasi darat dinas perhubungan Kabupaten Pangkep, Abdul Latif Beddu disela-sela pelaksanaan sweeping di Bungoro, Senin (9/7/2018).

“Setidaknya tiga puluh mobil angkutan umum baik barang maupun angkutan orang yang terjaring tidak memiliki izin trayek dan keur”, kata Abd. Latif Beddu.

Petugas juga langsung mengecek kelayakan kendaraan beserta kelengkapan. Terhadap seluruh pelanggaran yang terjaring tersebut, langsung diberikan sanksi dan disidangkan ditempat.

Dikatakan, razia yang melibatkan pihak Satuan Lalu Lintas Polres Pangkep tersebut dilakukan untuk mengecek kelaikan kendaraan terutama moda transportasi baik itu angkutan orang maupun angkutan barang. Selain itu aktivitas travel bodong yang beroperasi tanpa memiliki izin angkutan tetap dalam trayek juga menjadi perhatian serius untuk ditertibkan dan dikenakan sanksi. Puluhan pelanggaran berhasil ditindak dengan pemberian tilang dan sidang ditempat.

Melalui penindakan yang akan dilakukan secara rutin tersebut diharapkan kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas bisa semakin meningkat guna menciptakan keselamatan di jalan terlebih pasca liburan panjang dan arus mudik lebaran.

Untuk mengangkut penumpang atau barang dari satu tempat ke tempat lain, kendaraan umum harus memiliki izin trayek yang berlaku selama lima tahun.

Menurut Abd Latif Beddu, Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Perhubungan merazia dan menertibkan angkutan umum dan angkutan barang yang beroperasi tanpa izin yang beroperasi di Kabupaten Pangkep dan sekitarnya.

Seluruh kebijakan yang diambil semata-mata untuk membuat kota ini damai, aman dan seluruh masyarakat dapat beraktivitaas dengan baik tanpa gangguan.

Dalam upaya penertiban angkutan umum dan barang tanpa izin trayek, pihaknya melakukan penyisiran (sweeping) tanpa pemberitahuan di terminal maupun di lokasi-lokasi kendaraan beroperasi. Ini dilakukan guna mencegah terjadinya persekongkolan antara petugas, sopir dan pemilik kendaraan. Sweeping dilakukan sesuai data yang telah kita miliki, tandas Abd. Latif Beddu.

“Kami juga akan melakukan identifikasi sebagai data awal guna mengetahui jumlah angkutan umum maupun angkutan barang yang beroperasi, baik yang memiliki izin maupun yang tidak memiliki izin. (iwank86/tb)