Tim Penjinak Bom Diterjunkan Ke Lokasi Ledakan Kantor Kejari Parepare

oleh -38 views
Ledakan bom kejari parepare

Parepare, suaralidik.com – Satuan Brimob Polda Sulsel menerjunkan dua tim penjinak bom (jibom) ke lokasi ledakan di halaman belakang kantor Kejaksaan Negeri Parepare. Tim jibom akan menelusuri sumber ledakan.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Muhammad Anis Prasetyo mengatakan dua tim jibom akan dibantu Tim Laboratorium Forensik.

“Namun karena sudah malam, maka penindakan akan dilakukan besok pagi, terlalu rawan jika dilakukan sekarang,” kata Anis.

Anis juga meminta lokasi disterilkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. “Malam ini kita status quo aja, jangan ada yang masuk atau terlalu dekat dengan lokasi ledakan,” imbuhnya.

Anis masih irit bicara terkait penyebab ledakan yang merusak plafon rumah dinas Kajati Parepare serta kaca jendela beberapa ruangan di dalam area kantor itu.

Informasi yang dihimpun, saat tim jibom menyisir lokasi ledakan, tampak diamankan sejumlah benda kecil menyerupai detonator. Di halaman belakang kantor itu diketahui pernah dilakukan pemusnahan detonator dengan cara dicor, masing-masing pada 2014 sebanyak 15 ribu butir, pada 2017 sebanyak 6 ribu butir, serta pada September 2019 sebanyak 460 butir.

Ledakan keras di area kantor Kejari Parepare, Sulsel, diduga berasal dari barang bukti detonator. Barang bukti detonator disebut ditanam di belakang kantor sebelum dimusnahkan.

Pantauan media di lokasi, garis polisi sudah terpasang di sekitar area ledakan kantor Kejari Parepare, Jl Jenderal Sudirman, Selasa (19/11/2019). Polisi juga mensterilkan lokasi alat picu ledak yang ditanam.

“Memang kemungkinan dari detonator yang meledak yang ditanam di situ,” kata staf Kejari Parepare yang menolak namanya disebutkan.

Karena ledakan, sejumlah kaca jendela pecah. Ada juga bagian dinding bangunan yang retak.

Dari informasi yang dihimpun, detonator yang diduga meledak itu merupakan barang bukti yang hendak dimusnahkan pada September 2019. Ada 490 detonator yang dimusnahkan dengan lebih dulu merendam alat picu ledak selama sebulan. (***Detik/Mail)