Tim PSP IYL-Cakka Kaji Peringatan dari Bawaslu

oleh
IYL-Cakka
IYL-Cakka

MAKASSAR – Tim kerja Program Sejuta Punggawa (PSP) menanggapi serius peringatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, terkait potensi pelanggaran jika undian program ini terus dilakukan hingga memasuki tahapan Pilgub Sulsel.

Sekretaris PSP, Syamsu Rijal, Selasa (19/12/2017), mengungkapkan, pihaknya sementara mengkaji potensi pelanggaran yang dimaksudkan oleh Bawaslu.

Apalagi, kata dia, pengundian yang dilakukn selama ini hanya dijadikan penarik bagi masyarakat untuk mengakses PSP yang merupakan aplikasi tentang edukasi. “Undian itu sebenarnya, kita adakan untuk menarik masyarakat untuk lebih banyak mengakses aplikasi ini sekaligus belajar hal-hal yang ada di dalam aplikasi,” ungkapnya.

Rencananya, pengundian ini sendiri akan dilakukan hingga Juni 2018 mendatang. “Jadi memang pengundian ini akan dilakukan hingga memasuki tahapan. Jadi kalau dikatakan oleh Bawaslu sebagai lembaga pengawas ini berpotensi melahirkan pelanggaran, tentu akan kita kaji secara hukum,” terangnya.

Hasil kajian itulah, lanjutnya, yang akan dijadikan tolak ukur memutuskan, apakah pengundian bagi pengguna aplikasi PSP ini akan tetap dilakukan atau ada langkah lain. PSP sendiri merupakan aplikasi pendidikan yang diinisiasi oleh Calon Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi, mengatakan, program tersebut bisa saja menjadi ‘boomerang’ ketika IYL-Cakka telah lolos pendaftaran, dan ditetapkan sebagai pasangan calon pada Februari 2018 mendatang.

“Kalau sudah memasuki tahapan (kampanye), sudah bisa didiskusikan sebagai bagian ‘money politic’. Karena subjek hukumnya saat itu, sudah jelas, bahwa dia sudah pasangan calon,” kata La Ode.

Ia pun meminta kepada pihak IYL-Cakka, untuk berhati-hati dan memikirkan ulang untuk melanjutkan programnya. Sebab, hal itu bisa saja menjadi pelanggaran kelak.
Terlepas dari program IYL-Cakka, ia pun mengimbau kepada pasangan calon yang telah disahkan, untuk tidak membuat program yang berpotensi melanggar, semacam ‘money politic’.