Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat, DPRD Kabupaten Gorontalo Gelar RDP

oleh -21 views
Foto : Suasana RDP yang dipimpin langsung ketua komisi lll Drs Ali Polapa dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabgor, Dikes, manajemen RSUD Dunda Limboto dan para pengadu.(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait keluhan salah satu pasien RSUD Dunda Limboto yang diduga buang air besar dengan kain kasa, DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor) melalui komisi lll menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) diruang rapat DPRD, Selasa 19/03/2019.

RDP ini dipimpin langsung ketua komisi lll Ali Polapa, dan dihadiri oleh ketua DPRD Sahmid Hemu, angota komisi lll, kepala dinas ksehatan, manejemen RSUD Dunda Limboto, dan para pelapor yang dipimpin Carles Ishak.

Rapat yang dilaksanakan selama hampir satu jam ini terpaksa ditunda oleh pimpinan rapat dan di agendakan kembali pada Senin 25/03/2019 pekan depan.

Menurut ketua komisi lll Ali Polapa, banyak perseolan yang terungkap pada rapat tersebut, yang membutuhkan kehadiran direktur rumah sakit.

Bukan hanya manajemen, tapi penjelasan direktur juga dibutuhkan oleh DPR, karena beliau merupakan penanggung jawab dirumah sakit tersebut.

“Seharusnya RDP ini dihadiri langsung oleh direktur, beliau panglima tertinggi dalam manajemen. Jadi beliau yang seharusnya mengklarifilasi apa saja keluhan masyarak.”tutur ketua komisi lll.

Selain direktur, rencananya DPR akan menghadirkan ketua asosiasi kepeperawatan, untuk dimintai keterangan oleh DPR. Hal ini dilakukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan rumah sakit.

“Saya harap pada rapat selanjutnya bisa dihadiri oleh direktur beserta asosiasi perawat, ini demi kenyamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RS.”harap Ali.

Selain kain kasa, Charles Ishak dan kawan-kawan juga mempertanyakan pelayanan dan SOP (standard operating procedure) pihak rumah sakit.

Karena dari kejadian kain kasa itu, membuat dirinya dan keluarga merasa trauma dengan pelayanan rumah sakit kepada pasien.

“Ini demi kebaikan kita bersama untuk meningkat pelayanan rumah sakit. Agar masyarakat juga tau seperti apa pelayanan pihak RS kepada para pasien,”terang Charles.(***Rollink).