Tingkatkan Hasil Peternakan, DPKH Sinjai Belajar Penggemukan Sapi di Singosari Malang

oleh

SINJAI, Suaralidik.com – Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) melakukan studi banding terkait inseminasi buatan dalam penggemukan sapi, di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur, Senin (24/07).

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) melakukan studi banding terkait inseminasi buatan dalam penggemukan sapi, di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari

Rombongan studi banding yang dipimpin langsung Sekda Sinjai, H. Taiyeb A. Mappasere, diikuti Aisten II dr. Nikmat B. Situru, Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Ekonomi dan Keuangan Muh. Irfan, Kepala DPKH Drh. Aminuddin Zainuddin, Anggota Komisi 2 DPRD, Para Camat, serta Kepala Desa dan beberapa kelompok ternak.

Sekda Sinjai, H. Taiyeb A. Mappasere mengatakan kunjungan ini supaya populasi sapi di Sinjai meningkat. “Sistem inseminasi buatan memang luar biasa, karena beberapa waktu lalu pihak BBIB Singosari ke Sinjai selama 4 hari. Namun sudah bisa membuat 900 ekor di Sinjai sudah wajib bunting. Jelas itu sangat membantu karena Sinjai termasuk penyuplai sapi di Sulsel. Sehingga kami datang ke sini untuk melihat dan mempelajari sistem inseminasi buatan ini”

Untuk itu tujuan kami kesini dalam rangka meningkatkan produktivitas peternakan sapi di Kabupaten Sinjai dengan program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAK) dengan mempercepat birahi kepada sapi indukan tersebut.”Jelasnya.

Taiyeb juga berharap kepada Camat, Kepala Desa, dan kelompok tani yang hadir ditempat ini, sekiranya memanfaatkan program ini, dan mengenfentarisir sapi yang ada di wilayahnya dan berkordinasi dengan Dinas Peternakan.

Prospek peternakan sapi di Sinjai sangat bagus, sehingga ini harus di manfaatkan dengan baik agar pelaksanaan studi banding kita ini sesuai harapan kita bersama. Ungkap Taiyeb.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, Drs, Aminuddin Zainuddin MM., mengatakan sistem pengembangan sapi di Jawa Timur sangat berbeda jauh dengan Kabupaten Sinjai.

Sistem ini sudah terbukti sangat membantu masyarakat di sini karena pendapatan peternak sapi meningkat hingga 4 kali lipat dengan sistem yang dapat membantu meningkatkan populasi dan produktivitas ternak, ” katanya.

Terpisah Kepala Bidang Pelayanan Teknis BBIB Singosari, Suharyanto mengaku sangat menyambut kunjungan rombongan studi banding dari Sinjai. [Hilda|Usman|BCHT]